![]() |
| Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakkeswan Lotim, Drh. Hultatang, (Foto: Istimewa/MP) |
MANDALIKAPOST.com – Kasus tragis yang menimpa seorang pelajar di Desa Semaya, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, terus bergulir. Pasca-insiden serangan yang merenggut nyawa korban beberapa waktu lalu, anjing liar yang menjadi pelaku penyerangan dilaporkan menghilang dari pantauan warga maupun petugas.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Lombok Timur kini tengah melakukan perburuan intensif terhadap hewan tersebut. Langkah ini diambil guna melakukan eliminasi direktif untuk mengambil sampel otak anjing guna memastikan apakah hewan tersebut terjangkit virus rabies atau tidak.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakkeswan Lotim, Drh. Hultatang, membenarkan bahwa keberadaan anjing tersebut hingga kini masih misterius.
"Kita sedang mencari anjing yang menggigit pelajar hingga tewas itu, tapi saat ini menghilang dari peredaran," tegas Hultatang saat dikonfirmasi pada Rabu (15/4).
Berdasarkan hasil investigasi lapangan, tim kesehatan hewan telah meninjau lokasi kejadian yang berada cukup jauh dari pemukiman penduduk. Peristiwa nahas tersebut bermula ketika korban bersama rekan-rekannya sedang asyik mengejar layang-layang di area persawahan.
Nahas, di lokasi yang sama terdapat seekor anjing liar yang baru saja melahirkan. Kehadiran anak-anak yang berlarian tersebut diduga memicu insting perlindungan diri dari sang induk anjing.
"Karena apa yang dilakukan korban dianggap memprovokasi anjing atau mengganggu benteng pertahanannya, sehingga hewan tersebut menjadi reaktif dan menyerang korban," jelas Hultatang.
Hingga saat ini, pihak Dinas belum bisa memberikan pernyataan pasti mengenai status kesehatan anjing tersebut. Hultatang memaparkan bahwa secara medis, anjing yang mengidap rabies memiliki karakteristik serangan yang berbeda dan daya tahan tubuh yang lemah.
"Biasanya kalau anjing mengidap rabies, ia akan terus menyerang secara membabi buta mencari korban. Namun, ia tidak bisa bertahan lama dan akan segera mati. Makanya, kita sedang cari anjing itu untuk dilakukan eliminasi selektif agar statusnya jelas," tambahnya.
Masyarakat di sekitar Kecamatan Sikur dihimbau untuk tetap waspada namun tidak panik, serta segera melaporkan jika melihat anjing dengan perilaku tidak wajar di sekitar lokasi tersebut.

