![]() |
| Abul Chair |
MANDALIKAPOST.com – Penantian panjang publik Nusa Tenggara Barat akhirnya terjawab. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dijadwalkan melantik Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Provinsi NTB pada Kamis sore (9/4).
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan akan berlangsung di Pendopo Gubernur NTB pukul 16.30 WITA. Para tamu undangan diminta hadir dengan mengenakan pakaian sipil lengkap (PSL).
Kepala Biro Umum dan Administrasi Pimpinan Setda NTB, Yus Harudian Putra, memastikan agenda tersebut akan digelar sesuai jadwal.
“Pelantikan sore ini Sekda definitif,” ujar Yus Harudian Putra Kamis (9/4/2026).
Di tengah dinamika yang berkembang, satu nama mencuat kuat, yakni Abul Chair. Sosok yang saat ini menjabat sebagai Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur itu disebut-sebut sebagai kandidat terpilih untuk menduduki kursi Sekda NTB.
Meski belum diumumkan secara resmi, sinyal kuat juga datang dari Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel), Riduan Mas’ud, yang tidak membantah kabar tersebut.
“Semoga yang dilantik adalah yang memiliki integritas dan loyalitas yang terukur terhadap visi gubernur,” ujar Prof Riduan singkat.
Sebelumnya, dua nama juga telah dinyatakan memenuhi syarat dan diusulkan ke pemerintah pusat sebagai calon Sekda NTB, yakni Ahmad Saufi, Asisten Deputi Pemberdayaan dan Peningkatan Prestasi Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Ahsanul Khalik, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB.
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal sejak awal menegaskan bahwa Sekda yang dipilih harus memenuhi standar tinggi. Tidak hanya piawai dalam tata kelola pemerintahan, tetapi juga mampu membangun jejaring luas hingga tingkat nasional dan internasional. Menurutnya, kekuatan Sekda di internal birokrasi menjadi kunci agar dirinya dapat lebih fokus menjalankan peran strategis di luar daerah.
“Yang jelas tata kelola. Karena itu akan meringankan beban saya. Kalau saya punya Sekda yang bisa membantu membenahi tata kelola di dalam, saya bisa lebih fokus ke luar,” tegasnya.
Lebih jauh, Gubernur Iqbal menekankan bahwa visi besar NTB Makmur Mendunia membutuhkan keseimbangan antara kekuatan internal dan ekspansi eksternal.
“Bukan makmur saja, bukan mendunia saja. Harus ada yang memikirkan kemakmuran di dalam, dan ada yang memikirkan bagaimana NTB mendunia,” tandasnya.

