Stok Beras Pecah Rekor, Pemerintah Tekan Importir Tak Mainkan Harga di Musim El Nino

Rosyidin S
Rabu, April 08, 2026 | 15.10 WIB Last Updated 2026-04-08T07:14:26Z
El Nono: Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bersama jajarannya, (Foto: Istimewa/MP).

JAKARTA, MANDALIKAPOST.com – Pemerintah Indonesia mengambil langkah proaktif dalam menjaga stabilitas pangan nasional di tengah ancaman fenomena iklim El Nino dan ketidakpastian pasokan global. 


Selain memperketat pengawasan harga, pemerintah memastikan cadangan pangan nasional saat ini berada dalam posisi terkuat sepanjang sejarah.


Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah mengawal harga komoditas strategis, terutama kedelai, agar tidak membebani masyarakat. Ia berencana melakukan konsolidasi langsung dengan para pelaku usaha dalam waktu dekat.


"Nanti kami kumpulkan para importir. Jangan menaikkan harga terlalu tinggi," tegas Amran di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/4).


Ia juga mengetuk sisi kemanusiaan para importir untuk tidak sekadar mencari keuntungan di tengah situasi sulit. "Kami imbau para importir kedelai untuk mengedepankan empati terhadap masyarakat dengan turut menjaga stabilitas harga pangan," tambahnya.


Meski dibayangi ancaman kekeringan akibat El Nino yang diprediksi berlangsung selama enam bulan ke depan, Amran memastikan bahwa ketersediaan beras nasional berada pada level yang sangat aman.


Ia mengungkapkan data mengejutkan terkait lonjakan stok yang mencapai hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya.


"Alhamdulillah, stok beras kita mencapai 4,6 juta ton hari ini. Pada April, insya Allah bisa mencapai 5 juta ton. Ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Sebelumnya, pada April hanya sekitar 1,5 hingga maksimal 2 juta ton," jelas Amran.


Pemerintah telah memetakan total ketersediaan pangan secara komprehensif, mulai dari stok di gudang pemerintah hingga tanaman yang siap panen (standing crop). Dengan total akumulasi mencapai 28 juta ton, Indonesia diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan pangan hingga hampir satu tahun ke depan.


Kemudian rincian ketersediaan pangan nasional meliputi. Stok Cadangan Nasional ± 5 Juta Ton, Sektor Horeka (Hotel, Restoran, Kafe) 12,5 Juta Ton, dan Standing Crop (Siap Panen) 11 Juta Ton.


Dengan rata-rata kebutuhan nasional sebesar 2 juta ton per bulan, total stok 28 juta ton tersebut dinilai lebih dari cukup untuk melewati masa kering.


"Artinya, hingga sekitar Mei ke depan kita masih dalam kondisi cukup. Apalagi puncak panen terjadi pada Maret dan periode kering hanya enam bulan, sehingga kondisi tetap aman," pungkasnya optimis.


Langkah pengawasan ini nantinya akan melibatkan koordinasi intensif antara Kementerian Pertanian dengan Pemerintah Daerah guna memastikan distribusi tetap lancar dan harga di tingkat konsumen tetap terkendali.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stok Beras Pecah Rekor, Pemerintah Tekan Importir Tak Mainkan Harga di Musim El Nino

Trending Now