![]() |
| Seremoni: Mantan Kapala Kades Sembalun Timba Gading, Ridwan Hardi saat memberikan sambutan diacara pisah sambut. (Foto: Rosyidin/MP). |
Acara pisah sambut ini dihadiri langsung oleh Camat Sembalun beserta jajaran, Ketua dan anggota BPD, Polmas, Babinsa, seluruh Kepala Dusun (Kadus), Ketua RT, pengurus PKK, Karang Taruna, serta tokoh masyarakat dan pemuda desa setempat.
Ridwan Hardi, yang telah menakhodai Desa Sembalun Timba Gading selama 14 tahun (sejak 2012 hingga 2025 plus masa perpanjangan hingga Mei 2026), menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh lapisan masyarakat. Ia berharap bisa menyudahi masa jabatannya tanpa meninggalkan beban interpersonal maupun administratif.
"Dalam kondisi '0-0', tidak ada dosa di antara kita, tidak harus ada sekat di antara kita. Sehingga kami keluar dari pemerintah desa ini dalam posisi '0-0'. Saya mohon maaf atas segala kekurangan selama mengabdi. Tolong ini disampaikan kepada keluarga dan tetangga di rumah," ujar Ridwan Hardi dalam sambutannya yang menyentuh.
Ridwan juga mengingatkan bahwa keberhasilan pemimpin tidak luput dari sokongan kolektif masyarakat. Ia mengajak warga untuk memberikan dukungan penuh kepada Pj Kades yang baru demi kemajuan desa agar tidak tertinggal dari wilayah lain.
"Pintar ataupun sebaik apa pun seorang pemimpin, kalau tidak ada dukungan dari semua kita, saya yakin apa yang diprogramkan oleh Pak Pj tidak akan bisa berhasil. Beliau ini memiliki integritas tinggi dan wibawa yang luar biasa, mari kita dukung bersama," imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, Pj Kades Sembalun Timba Gading, Muhammad Ja'far, A.Md., mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan besar yang kembali diamanahkan kepadanya setelah sebelumnya sempat mengabdi sementara di desa tersebut.
"Amanah ini tentu tidak mudah bagi saya. Namun saya berharap dukungan dan kerja sama dari Bapak, Ibu sekalian, termasuk perangkat desa dan seluruh masyarakat. Kita bersama-sama bisa melaksanakan roda pemerintahan ini dengan baik," kata Muhammad Ja'far.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas fondasi pembangunan yang telah diletakkan oleh Ridwan Hardi selama hampir satu setengah dekade terakhir.
"Terima kasih kepada Bapak Mantan Kepala Desa. Selama waktu 14 tahun, banyak sekali hal-hal positif yang dilakukan dalam membangun desa kita ini. Semoga apa yang diupayakan oleh beliau dicatat sebagai amal ibadah di sisi Allah SWT," tuturnya.
Jak'ar juga mengajak seluruh warga mendoakan kesembuhan Ketua BPD yang saat ini sedang jatuh sakit, mengingat peran pentingnya dalam keberlangsungan kemitraan pembangunan desa.
Sekretaris Desa (Sekdes) Sembalun Timba Gading, Edi Hermawan, S.Pd., secara detail memaparkan legacy atau warisan program kerja nyata yang ditinggalkan oleh Ridwan Hardi sejak resmi purna tugas per 13 Mei 2026 lalu.
Di bidang pemerintahan, Ridwan dikenal selalu menekankan pelayanan yang humanis dan ramah. Terlebih, Desa Sembalun Timba Gading menjadi pionir pelayanan berbasis digital di Kecamatan Sembalun lewat aplikasi OpenSID.
"Beliau selalu menekankan kepada kami untuk selalu ramah, selalu senyum kepada setiap orang yang datang ke desa. Urusan surat-menyurat itu nomor dua, yang nomor satu adalah pelayanan yang ramah. Di era beliau juga, pengurusan administrasi yang tadinya memakan waktu 10 sampai 15 menit, dipangkas menjadi hanya 1 sampai 5 menit saja berkat sistem digital," beber Edi Hermawan.
Tak hanya digitalisasi, Edi juga menguraikan keberhasilan di sektor peningkatan SDM, layanan kesehatan instan lewat ambulans desa, pemenuhan insentif guru ngaji dan imam masjid, hingga infrastruktur vital berupa sumur bor di tiap RT.
"Di bidang pembangunan fisik, alhamdulillah dengan adanya sumur bor di masing-masing RT, sekarang kita tidak kekurangan air dan air bersih sudah masuk ke rumah-rumah warga," tambah Sekdes, seraya menyatakan kesiapan seluruh perangkat desa untuk bersinergi penuh mendukung Pj Kades Muhammad Ja'far yang baru dilantik.
"Dan juga masalah sampah, Alhamdulillah sudah bisa kita tangani meskipun belum seratus persen. Pi sudah dirasakan oleh masyarakat kita," imbuhnya.
Apresiasi serupa juga mengalir dari perwakilan tokoh masyarakat, H. Suandi. Sebagai sosok yang mendampingi perjalanan kepemimpinan desa, ia bersaksi bahwa dinamika politik dan sosial di Sembalun Timba Gading berjalan sangat kondusif, berkat pendekatan musyawarah yang konsisten diterapkan oleh Ridwan Hardi.
"Selama 14 tahun ditambah bonus 3 bulan ini, di desa kita tidak ada demosi atau konflik macam-macam. Semuanya diselesaikan lewat musyawarah. Untuk Pak Pj yang baru, karena sudah paham dengan kondisi desa, silakan melanjutkan program yang ada dan mari kita lihat kemajuannya bersama," pungkas H. Suandi.
Acara pisah sambut tersebut diakhiri dengan prosesi penyerahan cenderamata kenang-kenangan yang diserahkan langsung oleh Wakil Ketua BPD, Bapak Nuin, sebagai simbol penghormatan atas dedikasi panjang sang mantan kepala desa, lalu ditutup dengan pembacaan doa bersama demi keselamatan warga dan kemajuan desa ke depan.

