Kejar Target PAD Rp2 Miliar, Dinas LHK Lombok Timur Optimalkan Retribusi Taman dan Parkir

Rosyidin S
Selasa, Mei 12, 2026 | 18.15 WIB Last Updated 2026-05-12T10:18:55Z
Humaria: Nampak warga saat rekreasi bersama keluarganya sore hari di taman Rinjani Selong, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus berupaya memperkuat pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tahun ini, DLHK mematok target pendapatan di angka Rp2 miliar lebih yang bersumber dari berbagai sektor pelayanan publik.


Kepala Dinas LHK Lombok Timur, H. Pathurrahman, menyatakan bahwa pihaknya optimis target tersebut dapat tercapai melalui optimalisasi pengelolaan fasilitas umum dan peningkatan pengawasan di lapangan.


"Target PAD kita secara umum tahun ini berada di angka Rp2 miliar lebih sedikit, ada kenaikan tipis dari tahun sebelumnya. Prinsipnya, semua pendapatan itu harus masuk ke kas negara melalui mekanisme yang transparan," ujar Pathurrahman saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/5).


Fathurrahman menjelaskan bahwa sumber utama pendapatan tersebut berasal dari retribusi parkir dan pengelolaan sejumlah taman kota yang berada di bawah wewenang DLHK. Di antaranya adalah Taman Rinjani Selong, Taman Tugu, hingga area terbuka hijau di depan kantor dinas.


Terkait fungsi taman, Pathurrahman menekankan bahwa pemeliharaan menjadi kunci utama agar fasilitas tersebut tetap diminati masyarakat dan memberikan kontribusi ekonomi.


"Taman Rinjani adalah salah satu tugas pokok kami. Kemarin ada laporan lampu padam karena korsleting, langsung kami perbaiki. Setiap pagi petugas juga menyapu dan memastikan kawasan tetap bersih pasca-kegiatan masyarakat," jelasnya.


Untuk memastikan target tercapai, Pathurrahman kini lebih sering turun ke lapangan bersama jajarannya. Hal ini dilakukan guna mengecek kendala teknis serta memberikan dukungan moral bagi petugas kebersihan dan pemeliharaan taman.


"Tadi pagi saya ajak teman-teman untuk lebih banyak kontrol di lapangan. Kita ingin melihat langsung apa yang bisa dibantu untuk meningkatkan pelayanan di taman-taman ini," tambahnya.

Parkir: Parkiran taman Rinjani Selong yang dikelola oleh DLHK Lombok Timur, (Foto: Rosyidin/MP).

Selain soal pendapatan, Kadis LHK juga menanggapi keluhan masyarakat mengenai truk pengangkut sampah yang tidak tertutup rapat sehingga menimbulkan bau dan ceceran di jalan. Ia menegaskan telah memberikan instruksi tegas kepada seluruh sopir armada, termasuk yang berasal dari pihak desa.


"Volume sampah memang sering melebihi kapasitas, tapi saya selalu ingatkan agar jangan sampai tercecer. Baunya mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Kami minta teman-teman di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) untuk mengingatkan armada dari desa agar menutup bak angkutnya," tegas Pathurrahman.


Saat ini, cakupan layanan kebersihan DLHK masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan seperti Kecamatan Selong, Labuhan Haji dan beberapa Kecamatan.


Ke depannya, DLHK Lotim terus melakukan advokasi ke pemerintah pusat guna mendapatkan bantuan program seperti pengembangan TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) di beberapa titik strategis demi mewujudkan tata kelola lingkungan yang lebih mandiri dan produktif.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kejar Target PAD Rp2 Miliar, Dinas LHK Lombok Timur Optimalkan Retribusi Taman dan Parkir

Trending Now