Lombok Timur Catat Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas: Antara Sinergi Pusat-Daerah dan Pemerataan Pendapatan

Rosyidin S
Rabu, Mei 13, 2026 | 14.41 WIB Last Updated 2026-05-13T06:41:16Z
Diskusi: Sekertaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik saat memaparkan capaian pertumbuhan ekonomi Daerah Lombok Timur, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com – Kabupaten Lombok Timur menunjukkan performa ekonomi yang impresif pada tahun 2025. Tidak hanya berhasil memacu pertumbuhan, Bumi Patuh Karya ini juga dinilai berhasil menjaga ritme pemerataan pendapatan masyarakat di tengah tantangan fiskal daerah.


Dalam sebuah diskusi strategis yang diinisiasi Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT) belum lama ini menghadirkan elemen pemerintah dan pengamat ekonomi, terungkap bahwa strategi jemput bola terhadap program pemerintah pusat menjadi kunci utama.


Di bawah kepemimpinan Bupati H. Haerul Warisin dan Wakil Bupati H. Muhammad Edwin Hadiwijaya, Lombok Timur dinilai jitu dalam mensinergikan program daerah dengan kebijakan strategis nasional.


Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur memaparkan bahwa struktur belanja pegawai daerah saat ini berada di angka 36%, jauh lebih efisien dibandingkan daerah tetangga seperti Kabupaten Bima yang mencapai 58%. Efisiensi ini memberikan ruang bagi belanja modal dan program langsung ke masyarakat.


"Strategi pemerintah daerah mampu mensinergikan program pusat dan daerah untuk mendatangkan anggaran. Kita melihat ada aliran dana dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pembangunan infrastruktur seperti Kampung Nelayan Merah Putih. Ini adalah strategi jitu mendatangkan uang ke daerah,"  ujar kak Ofik sapaan akrab Sekda dalam diskusi tersebut.


Selain itu, sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi sebesar 26,7% terhadap PDRB. Sinergi ini juga terlihat pada penguatan nilai tukar hasil pertanian yang terserap melalui rantai pasok program nasional.


Salah satu sorotan utama dalam capaian ekonomi kali ini adalah angka "Gini Ratio" atau indeks ketimpangan. Berdasarkan data BPS Provinsi NTB, Gini Ratio Lombok Timur berada pada angka 0,326. Angka ini menempatkan Lombok Timur dalam kategori ketimpangan rendah.


"Dalam mazhab ekonomi, kondisi ideal adalah pertumbuhan yang dibarengi dengan pemerataan. Lombok Timur mencatatkan indeks 0,326, yang artinya pertumbuhan ekonomi kita tidak hanya dinikmati segelintir orang atau pemilik modal besar, tetapi terdistribusi secara adil ke lapisan masyarakat bawah," jelasnya dengan nada optimis.


Bahkan, capaian ini disebut sebagai salah satu yang terbaik di Nusa Tenggara Barat, bersaing ketat dengan daerah lain yang memiliki karakteristik ekonomi berbeda seperti Kota Mataram.


Fenomena menarik juga muncul dari data statistik yang menunjukkan bahwa penggerak ekonomi tidak hanya datang dari sektor formal, tetapi juga dari peningkatan daya beli masyarakat. Tiga pendorong utama (booster) ekonomi daerah saat ini adalah industri pengolahan makanan, penggunaan gas dan listrik, serta tingginya angka jamaah umroh.


Lonjakan jamaah umroh tahun 2025 yang mencapai 115% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi indikator sahih meningkatnya pendapatan per kapita. 


"Secara teoritis, semakin tinggi pengeluaran masyarakat, itu merepresentasikan pendapatan yang juga membaik. Peningkatan signifikan pada konsumsi gas dan jumlah warga yang berangkat umroh adalah bukti nyata adanya perputaran uang yang masif di akar rumput," tambahnya.


Dari sisi kemandirian keuangan daerah, Lombok Timur menunjukkan taringnya dengan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai Rp 553,51 miliar atau 95% dari target. Ini merupakan capaian tertinggi dalam satu dekade terakhir.


Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga konsistensi ini dengan terus menggali potensi pendapatan baru tanpa membebani sektor-sektor yang sudah jenuh.


Dengan kombinasi sinergi pusat-daerah, efisiensi belanja, dan rendahnya angka ketimpangan, Lombok Timur kini memposisikan diri sebagai kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tinggi secara kuantitas, tetapi juga sehat secara kualitas.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lombok Timur Catat Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas: Antara Sinergi Pusat-Daerah dan Pemerataan Pendapatan

Trending Now