Mahasiswa UNW Mataram Gelar Sosialisasi dan Cek Kesehatan Gratis di Desa Bangket Parak

MandalikaPost.com
Rabu, Mei 20, 2026 | 09.59 WIB Last Updated 2026-05-20T01:59:35Z

Mahasiswa UNW Mataram Gelar Sosialisasi dan Cek Kesehatan Gratis di Desa Bangket Parak.


MANDALIKAPOST.com – Desa Bangket Parak, menjadi lokasi pelaksanaan sosialisasi kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan usia anak, serta layanan cek kesehatan gratis yang digelar BEM Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram bersama Ikatan Mahasiswa Bumigora (IMB) Mataram, Sabtu (16/5/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menekan angka pernikahan anak yang masih tergolong tinggi di wilayah Lombok Tengah.


Mengusung tema Optimalisasi Kesehatan Masyarakat dan Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini Demi Mewujudkan Generasi Emas, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. 


Puluhan warga tampak antusias mengikuti layanan kesehatan yang didukung Lembaga Perlindungan Anak NTB, Puskesmas Teruwai, dan RS Mandalika.


Peserta sosialisasi berasal dari berbagai sekolah di Kecamatan Pujut, mulai dari jenjang SMA, SMK, MA, hingga SMP dan SD.


Mahasiswa UNW Mataram Gelar Sosialisasi dan Cek Kesehatan Gratis di Desa Bangket Parak.


Ketua LPA NTB, Saparudin Efendi, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan adanya kepedulian terhadap masa depan anak-anak. 


Menurutnya, pernikahan usia dini masih menjadi ancaman serius karena dapat menghambat pendidikan, meningkatkan risiko kemiskinan, serta menurunkan kualitas hidup generasi berikutnya.


Dampaknya tidak hanya pada pendidikan, tetapi juga memicu lingkaran kemiskinan dan rendahnya kualitas hidup yang terus berulang antar generasi,” ujarnya.


Dari sisi kesehatan, ia menegaskan bahwa kehamilan pada usia remaja berisiko menimbulkan komplikasi bagi ibu maupun bayi karena kondisi fisik dan mental yang belum matang. 


Selain itu, pasangan usia muda juga dinilai lebih rentan menghadapi konflik rumah tangga hingga perceraian.


Pembina IMB Lombok Tengah, Sumaji, menyebut pelajar menjadi sasaran utama sosialisasi karena persoalan pernikahan anak masih menjadi tantangan pembangunan di Nusa Tenggara Barat.


Sementara itu, Ketua IMB Lombok Tengah, Sujiadi, mengatakan pihaknya ingin mendorong seluruh organisasi kepemudaan di Lombok Tengah agar bersama-sama mengangkat isu perlindungan anak dan pencegahan pernikahan dini.


Ketua BEM Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram, Aura Athiyah Anargia, menambahkan bahwa edukasi kesehatan dan penguatan masyarakat tetap menjadi fokus utama gerakan mahasiswa.


Di sisi medis, dokter umum RS Mandalika, M. Dedy Kusnadi, menjelaskan bahwa pernikahan usia dini memiliki risiko besar terhadap kesehatan reproduksi remaja, khususnya perempuan di bawah usia 20 tahun.


Menurutnya, organ reproduksi remaja belum berkembang secara optimal sehingga lebih rentan mengalami anemia, persalinan prematur, preeklamsia, hingga peningkatan risiko Kanker Serviks. 


Minimnya edukasi kesehatan reproduksi juga dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual, termasuk HIV.


Melalui kegiatan ini, para penyelenggara berharap kolaborasi lintas sektor dalam perlindungan anak dan edukasi kesehatan masyarakat dapat terus diperkuat guna menekan angka pernikahan usia anak di Lombok Tengah.


REPORTER : AURA ATHIA A.

REDAKTUR : ABDUL RAHIM.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mahasiswa UNW Mataram Gelar Sosialisasi dan Cek Kesehatan Gratis di Desa Bangket Parak

Trending Now