![]() |
| MTQ: Sekda Lombok Timur, Dr. H. Muhammad Juaini Taofik saat menghadiri acara penutupan MTQ XXXII di Tate Batu. (Foto: Istimewa/MP). |
MANDALIKAPOST.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur, Dr. H. Muhammad Juaini Taofik, resmi menutup kegiatan Training Centre (TC) Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026 yang berlangsung di Tete Batu, Senin (25/5) kemarin.
Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras seluruh fungsionaris Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ), para pembina, dan pelatih. Sinergi lintas sektor ini dinilai berhasil mendongkrak semangat serta kesiapan mental para kafilah Lombok Timur.
Sekda menegaskan bahwa sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila, pemerintah memiliki tanggung jawab moral yang besar dalam mensyiarkan Al-Qur'an. Momentum MTQ tahunan ini dipandang bukan sekadar ajang perebutan juara, melainkan wadah penguatan spiritual masyarakat di era modern.
"Setiap tahun, partisipasi kita dalam MTQ bukan sekadar untuk berlomba, melainkan sebagai momentum yang diberikan negara untuk terus meningkatkan kualitas bacaan, pemahaman, dan pengamalan Al-Qur'an di tengah tantangan global," ujar kak Ofik, sapaan akrabnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa di bawah nakhoda pemerintahan saat ini yang mengusung visi Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan (SMART), target capaian pada MTQ ke-31 harus melampaui prestasi tahun-tahun sebelumnya. Terlebih, laporan perkembangan dari tim pelatih menunjukkan grafik kesiapan peserta yang sangat positif.
"Optimisme tersebut bukan hasil kerja perorangan, melainkan buah dari kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak. Saya mengingatkan kepada para kafilah agar senantiasa menjaga stamina untuk mendukung performa nantinya," tambah Sekda.
Sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di NTB, Lombok Timur dikenal sebagai daerah gudang talenta Qurani yang potensial. Menyikapi tantangan di lapangan, Sekda mengingatkan para peserta agar tidak lengah dan terus mengasah mental bertanding yang tangguh.
"Indikator latihan yang baik di atas kertas belum menjamin posisi final jika tidak dibarengi dengan mental bertanding yang konsisten. Jaga hati, akhlak, dan kondusivitas. Seluruh kafilah harus senantiasa menjaga kekompakan demi membawa nama baik daerah, serta menjaga pikiran positif termasuk bersangka baik (husnudzon)," pesannya.
Meskipun pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran secara umum, Sekda menegaskan bahwa anggaran untuk kafilah MTQ justru mengalami peningkatan. Langkah ini diambil sebagai wujud nyata dukungan Pemda terhadap syiar Islam dan apresiasi bagi putra-putri daerah yang berprestasi.
"Komitmen Pemda sangat jelas, yakni memberikan bonus terbaik bagi para juara," tegas kak Ofik.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Harian LPTQ Lombok Timur, Ustadz Sumayadi, memaparkan bahwa persiapan kafilah kali ini terbilang sangat matang. Pasca-pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten di Aikmel, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan pembinaan.
"Kami telah melaksanakan TC mandiri secara daring (TC mobile) selama tiga bulan, dan dilanjutkan dengan TC tatap muka di Keruak sebagai wadah evaluasi. Kami optimis hasil lebih baik pada MTQ kali ini, terutama dengan fasilitasi yang semakin baik," ungkap Ustadz Sumayadi.
Acara penutupan TC ini juga dihadiri oleh jajaran pengurus LPTQ serta 53 peserta kafilah Lombok Timur. Mereka terdiri dari para qari-qariah, hafiz-hafizah, dan penampil terbaik yang akan berlaga di berbagai cabang perlombaan, mulai dari seni tilawah dan tartil Al-Qur'an, cerdas cermat, pidato, seni kaligrafi, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ).

