![]() |
| Audensi: Aliansi Pelajar Mahasiswa Bersatu Lombok gelar dialog publik bersama pemerintah daerah Lombok Timur. (Foto: Istimewa/MP). |
Kegiatan ini didesain sebagai ruang diskusi terbuka bagi kalangan pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Melalui forum ini, massa diajak untuk menyuarakan aspirasi terkait pentingnya jaminan kesejahteraan buruh serta akselerasi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah Lombok Timur.
Penanggung Jawab (Pj) Aliansi Pelajar Mahasiswa Bersatu Lombok Timur, Suparman, menegaskan bahwa sektor buruh dan dunia pendidikan merupakan dua pilar utama yang saling bertaut dan tidak boleh dipisahkan dalam cetak biru pembangunan bangsa. Ia menilai, kemajuan suatu daerah sangat bergantung pada kualitas edukasi generasi muda dan taraf hidup para pekerjanya.
“Pendidikan adalah pondasi utama menciptakan generasi yang cerdas dan berdaya saing. Sementara buruh adalah penggerak utama roda ekonomi masyarakat. Karena itu, keduanya harus mendapat perhatian serius,” tegas Suparman dalam rilis diterima, Jumat (22/5).
Lebih lanjut, Suparman menggarisbawahi krusialnya peran generasi muda dalam mengawal isu-isu sosial, pendidikan, dan ketenagakerjaan. Langkah ini dinilai penting demi memastikan regulasi atau kebijakan yang ditelurkan oleh pemangku kebijakan benar-benar berpihak pada kemaslahatan rakyat.
Selain menjadi momentum refleksi tahunan, agenda ini diharapkan mampu mengobarkan kembali api solidaritas di kalangan pelajar dan mahasiswa untuk terus membangun kesadaran sosial di tengah-tengah masyarakat.
Pantauan di lokasi menunjukkan jalannya dialog publik berlangsung penuh antusias. Peserta secara bergantian menyampaikan aspirasi dan terlibat dalam diskusi terbuka, yang diakhiri dengan seruan bersama untuk memperjuangkan pendidikan berkualitas serta kesejahteraan buruh di Lombok Timur.
Melalui pemikiran dan gerakan ini, Aliansi Pelajar Mahasiswa Bersatu Lombok Timur berharap dapat memantik lahirnya generasi muda yang kritis, peka terhadap realitas sosial, serta mampu bertransformasi menjadi agen perubahan (agent of change) demi kemajuan daerah.

