![]() |
| Proses Aliran Bijih di Operasi Tambang AMMAN di Batu Hijau. |
MANDALIKAPOST.com – Komitmen PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) untuk menghadirkan praktik pertambangan yang modern, aman, efisien, dan berkelanjutan terus diwujudkan melalui berbagai inovasi teknologi di seluruh rantai operasional perusahaan.
Salah satu inovasi terbaru hadir dari Tim Metalurgi AMMAN yang mengembangkan teknologi 3D Particle Size Measurement (3DPM) berbasis laser untuk meningkatkan akurasi pemantauan material yang masuk ke pabrik pengolahan tambang Batu Hijau.
Inovasi ini menjadi bagian dari upaya AMMAN dalam memperkuat keandalan proses pengolahan bijih yang setiap harinya menerima hampir 100.000 ton material hasil penambangan. Besarnya volume material tersebut menuntut sistem pengawasan yang mampu memastikan seluruh proses berjalan aman, lancar, dan efisien.
Material hasil tambang diangkut melalui sistem conveyor menuju Semi-Autogenous Grinding (SAG) Mill, mesin penggiling berukuran besar yang berperan penting dalam mengolah batuan bijih sebelum memasuki tahap pemisahan mineral.
Dalam proses tersebut, terkadang terdapat material berukuran ekstrem (oversize objects) maupun benda asing non-batuan yang ikut terbawa dari area tambang. Apabila tidak terdeteksi sejak dini, material tersebut berpotensi mengganggu aliran bijih menuju SAG Mill dan memengaruhi kinerja pabrik pengolahan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Tim Metalurgi AMMAN mengembangkan teknologi 3DPM berbasis laser triangulation yang dipasang pada jalur conveyor sebelum material memasuki SAG Mill.
Berbeda dengan sistem kamera dua dimensi (2D) yang sebelumnya digunakan, teknologi baru ini mampu melakukan pemindaian laser tiga dimensi secara real-time untuk mengukur bentuk, ukuran, dan volume objek dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.
Melalui sistem tersebut, material yang berpotensi mengganggu proses pengolahan dapat diidentifikasi lebih awal sehingga operator memiliki waktu yang cukup untuk mengambil langkah pencegahan. Kehadiran teknologi ini tidak hanya meningkatkan keandalan operasional, tetapi juga membantu menjaga kelancaran aliran material dan stabilitas produksi.
Salah satu Tim Metalurgi AMMAN, Victor menjelaskan bahwa inovasi tersebut lahir dari kebutuhan nyata di lapangan sekaligus mencerminkan budaya perusahaan yang mendorong setiap karyawan untuk terus mencari solusi yang memberikan nilai tambah bagi operasional.
"Implementasi teknologi 3DPM menunjukkan bagaimana inovasi dapat lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Kami tidak hanya mengadopsi teknologi baru, tetapi juga mengembangkannya agar sesuai dengan kondisi operasional kami. Hasilnya adalah proses yang lebih andal, efisien, dan mampu mendukung pengelolaan risiko operasional yang lebih baik," ujar Victor.
Bagi AMMAN, pemanfaatan teknologi bukan sekadar untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun operasi pertambangan yang semakin modern dan berkelanjutan.
Inovasi yang dikembangkan Victor, Achmad, dan Tim Metalurgi AMMAN menjadi salah satu contoh bagaimana transformasi teknologi diterapkan untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan keunggulan operasional perusahaan.
Melalui berbagai pengembangan teknologi dan inovasi yang terus dilakukan, AMMAN menegaskan komitmennya untuk menghadirkan praktik pertambangan yang mampu menjawab tantangan industri masa depan, sekaligus memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan, pekerja, dan para pemangku kepentingan.
Sumber : AMMAN

