Hari Lahir Pancasila di Lombok Timur, Meneguhkan Ideologi Hidup dan Instrumen Diplomasi Dunia

Rosyidin S
Senin, Juni 01, 2026 | 21.23 WIB Last Updated 2026-06-01T13:23:32Z
Upacara: Sekertaris Daerah Lombok Timur, Dr. H. Muhammad Juaini Taofik saat membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dalam upacara Hari Lahir Pancasila. (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Pancasila dinilai telah membuktikan ketangguhannya sebagai bintang penuntun sekaligus jangkar moral bagi bangsa Indonesia. Di tengah badai ketidakpastian global, disrupsi teknologi, hingga dinamisnya geopolitik internasional, ideologi ini terbukti ampuh menjaga keutuhan negara yang memiliki belasan ribu pulau dan ratusan etnik.


Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, saat membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi.


Sekda bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Senin (1/6).


Dalam amanat yang dibacakannya, Juaini Taofik menyampaikan bahwa Pancasila bukan sekadar fondasi domestik, melainkan juga jangkar kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif, sebagaimana mandat Pembukaan UUD 1945. Nilai musyawarah dan mufakat yang melekat pada bangsa ini kini menjadi instrumen diplomasi yang sangat dirindukan dunia.


"Nilai musyawarah dan mufakat yang dianut bangsa ini menjadi instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan serta menghentikan konflik," ujar Juaini Taofik menyampaikan pesan Kepala BPIP.


Lebih lanjut, pengejawantahan Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dinilai berhasil membawa Indonesia menunjukkan kepemimpinan nyata di kancah internasional. Kontribusi ini terlihat jelas melalui pengiriman pasukan perdamaian di bawah bendera PBB, mediasi konflik regional, hingga kelantangan Indonesia menyuarakan hak bangsa yang masih terjajah.


"Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa perdamaian sejati bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia," tambahnya.


Pada momentum peringatan ini, Kepala BPIP melalui Sekda Lombok Timur memberikan imbauan khusus kepada elemen bangsa, terutama generasi muda. Pancasila tidak boleh lagi sekadar menjadi hiasan dinding atau teks sejarah yang beku, melainkan harus bertransformasi menjadi ideologi yang hidup (living ideology).


"Jadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Nilai-nilainya harus diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari demi mengawal kemajuan ekonomi dan teknologi agar tetap memiliki arah moral yang jelas,"* tegas Juaini.


Selain menyasar generasi muda, amanat tersebut memberikan instruksi tegas kepada para Menteri dan Kepala Daerah di seluruh Indonesia. Pemerintah daerah diminta memastikan setiap kebijakan publik yang dilahirkan wajib berlandaskan pada prinsip keadilan sosial.


"Kebijakan harus mampu memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, serta memastikan tidak ada rakyat yang merasa ditinggalkan," kata Sekda saat membacakan instruksi tertulis Kepala BPIP.


Di akhir amanatnya, seluruh lapisan masyarakat dan jajaran pemerintah diajak untuk bersinergi melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang berpotensi mencabik harmonisasi kebangsaan. Indonesia harus terus membuktikan diri sebagai bangsa besar yang kuat karena persatuan, religiusitas, dan kemanusiaan.


Upacara Hari Lahir Pancasila di Lombok Timur ini berlangsung tertib dan diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), ASN lingkup Pemda Lombok Timur, personel TNI dan Polri, serta perwakilan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas).

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Hari Lahir Pancasila di Lombok Timur, Meneguhkan Ideologi Hidup dan Instrumen Diplomasi Dunia

Trending Now