Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Lombok Timur pada Rabu (10/6) ini dibuka langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin. Turut mendampingi dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, serta dewan juri dan jajaran terkait.
Dalam sambutannya, Bupati H. Haerul Warisin menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh arsitek, peserta sayembara, dan dewan juri yang telah mendedikasikan ide dan keahlian mereka untuk merancang fasilitas publik strategis ini.
Bupati menjelaskan, kehadiran gedung serbaguna baru yang representatif sudah sangat mendesak. Mengingat, Lombok Timur selama ini mengandalkan Gedung Wanita yang telah berusia sekitar 30 tahun tanpa pernah mendapatkan rehabilitasi atau pengembangan yang memadai. Sementara itu, dinamika aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat terus melonjak.
"Pemerintah Kabupaten Lombok Timur merencanakan pembangunan gedung serbaguna baru yang diharapkan tidak hanya megah dan fungsional, tetapi juga mampu mencerminkan identitas budaya daerah," ujar Haerul Warisin.
Ia menekankan pentingnya unsur lokalitas dalam desain arsitektur modern. Gedung baru ini diharapkan dapat mengikuti jejak Kantor Bupati Lombok Timur yang sukses memadukan kekayaan budaya lokal ke dalam estetika bangunannya.
"Desain yang nantinya terpilih diharapkan mampu menjadi ikon baru Kabupaten Lombok Timur sekaligus merepresentasikan jati diri daerah," tegas Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menambahkan bahwa proyek ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk melakukan transformasi pembangunan yang merata dan berkelanjutan, baik di kawasan perkotaan maupun di wilayah perdesaan yang potensial sebagai destinasi pariwisata.
Ajang sayembara ini rupanya berhasil mencuri perhatian para arsitek dari berbagai penjuru tanah air. Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Agus Supriadi, mengungkapkan kekagumannya atas tingginya partisipasi peserta yang melampaui ekspektasi.
“Antusiasme peserta sangat luar biasa. Tercatat sebanyak 320 peserta mendaftarkan diri dan sebanyak 117 peserta mengirimkan karya yang berasal dari 15 provinsi di Indonesia. Ini menjadikan sayembara ini sebagai salah satu sayembara arsitektur terbesar dalam skala nasional,” ungkap Lalu Agus Supriadi.
Menurut Agus, tingginya angka partisipasi ini membuktikan bahwa Lombok Timur memiliki daya tarik yang kuat di mata para profesional arsitektur Indonesia. Ia optimistis karya yang terpilih nanti akan membawa dampak multi-efek bagi daerah.
"Hasil sayembara ini diharapkan mampu melahirkan karya yang menjadi ikon baru di Gumi Patuh Karya sekaligus memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi, pariwisata, dan sektor-sektor pendukung lainnya," tambahnya, seraya menegaskan komitmen IAI NTB untuk mengawal proyek ini hingga tuntas.
Gedung serbaguna modern ini dirancang dengan kapasitas tampung mencapai 2.000 orang. Guna menunjang kenyamanan, kawasan ini juga akan mengusung konsep Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta berbagai fasilitas pendukung yang terintegrasi.
Selaku pemrakarsa, Ahmad Dewanto Hadi melaporkan bahwa seluruh rangkaian proses, mulai dari penyusunan studi kelayakan hingga penilaian, berjalan dengan lancar dan transparan. Setelah pemaparan ini, dewan juri akan segera menetapkan peringkat juara.
“Insyaallah sore hari ini dewan juri akan menetapkan peringkat dari lima kandidat terbaik untuk menentukan juara pertama, kedua, dan ketiga. Selanjutnya Bapak Bupati selaku juri agung akan memperoleh kesempatan memilih rancangan terbaik yang telah dipresentasikan oleh para finalis,” jelas Ahmad Dewanto Hadi.
Ia memaparkan bahwa rancangan pemenang akan langsung ditindaklanjuti ke tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan proses lelang konsultan perencana. Pihak pemenang atau finalis terpilih juga akan dilibatkan sebagai penasihat (advisor) desain agar gagasan orisinalnya tetap terjaga saat implementasi fisik.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan fisik ditargetkan terlaksana pada akhir Oktober atau awal November 2026.
Ahmad juga menegaskan bahwa proyek kakap ini merupakan realisasi dari visi dan misi Bupati Lombok Timur untuk menyediakan infrastruktur Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) berskala besar.
Berdasarkan studi kelayakan, proyek ini mendapatkan dukungan penuh dari mayoritas masyarakat. Selain menjadi pusat aktivitas publik, gedung ini diproyeksikan menjadi mesin baru pendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang akan dikelola secara profesional oleh unit khusus.
Sebagai informasi, lima finalis yang berhasil menyisihkan ratusan kompetitor lainnya berasal dari berbagai kota besar, yaitu Jakarta, Jakarta Timur, Palembang, Jawa Tengah, dan Surabaya.
Karya-karya mereka dinilai oleh dewan juri lintas sektor yang kompeten, terdiri dari Ahmad Dewanto Hadi (Pemrakarsa), Ary Indrajanto (Arsitek Profesional IAI), Beni Sabara dan Dewa Made Suparsa (Arsitek Profesional IAI NTB), serta Lalu Malik Hidayat (Budayawan/Sekretaris Umum Majelis Adat Sasak Lombok Timur).
Melalui sinergi arsitektur modern dan akar budaya Sasak, gedung serbaguna ini diharapkan tidak sekadar menjadi struktur beton penunjang kegiatan, melainkan simbol visual kemajuan, identitas, dan kebanggaan seluruh masyarakat Lombok Timur.

