Misteri Gempur di Sawah Sembalun, Polisi Lacak Jejak Kimia Perusak Bawang Putih Warga

Rosyidin S
Kamis, Juni 25, 2026 | 13.47 WIB Last Updated 2026-06-25T05:53:59Z
Lidik: Tim Unit Tindak Pidana Umum Polres Lombok Timur terjun kelapangan untuk Olah Tempat Kejadian Perkara di sawah Amaq Okin. (Foto: RosyidinMP).

MANDALIKAPOST.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Timur bergerak cepat mengusut dugaan sabotase dan perusakan lahan pertanian milik warga di kawasan Sembalun. Lahan berisi tanaman bawang putih dan sayur-mayur dilaporkan rusak parah akibat disemprot zat kimia beracun secara sengaja oleh orang tidak dikenal (OTK).


Aksi teror lingkungan ini disinyalir telah berlangsung berulang kali selama hampir lima tahun terakhir, hingga memicu keresahan mendalam di kalangan petani setempat.


Mendengar keluhan lisan masyarakat, Kanit Unit Pidana Umum (Pidum) Polres Lombok Timur, AIPTU I Gusti Ngurah Widastra, langsung memimpin tim untuk turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Langkah proaktif ini diambil guna memberikan rasa aman sekaligus memutus mata rantai aksi kejahatan yang merugikan mata pencaharian warga tersebut.


"Saya tidak ada menerima laporan tertulis dari mereka. Saya menerima laporan lisan, curhatnya mereka di ruangan kami ini. Untuk mendapati curhatan itu, saya utus (terjunkan) tim ke TKP. Respon masyarakat sangat luar biasa," ujar AIPTU I Gusti Ngurah Widastra saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (25/6).


Ia menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen penuh untuk melayani masyarakat dan tidak mengabaikan perkara sekecil apa pun, terutama di wilayah Sembalun yang sensitif terhadap isu-isu pertanian.


"Minimal yang pertama kita mengobati luka batinnya masyarakat. Kedua, bahwa Polres Lombok Timur antusias dan tidak mengabaikan, selalu sigap merespon keluhan masyarakat. Ya harus seperti itu kan ketika kami bisa melayani maksimal, walaupun tidak sempurna. Karena Sembalun ini saya tahu, jarum jatuh saja gaungnya luas," tambahnya dengan nada tegas.


Dari hasil olah TKP dan penyelidikan awal, pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi pola perusakan yang dilakukan oleh pelaku. 


Pelaku diduga kuat menggunakan taktik senyap dengan mengaplikasikan racun rumput jenis herbisida sistemik merk 'Gempur'. Efek dari zat kimia ini tidak langsung terlihat, melainkan perlahan mematikan jaringan tanaman dari dalam.


"Itu dia pakai Gempur yang sistematik karena itu ada lama dia ini, sampai satu minggu baru dia kelihatan dampaknya," ungkap AIPTU I Gusti Ngurah Widastra mengurai analisis lidiknya.


Guna mempersempit ruang gerak pelaku, Unit Pidum kini tengah memprofiling pola distribusi racun tersebut di sekitar wilayah Sembalun. Polisi melacak beberapa toko pertanian yang menjual produk tersebut serta menganalisis waktu pembelian yang mencurigakan.


"Untuk mengidentifikasi terduga pelaku, asal, waktu, dan di toko mana aja tempatnya beli Samapi beberapa toko yang jualan produk Gempur di sana. Tinggal kita tanyakan toko itu siapa yang beli Gempur di dekat-dekat itu, dekat jam-jam itu, dekat hari-hari itu, jarak dari lokasi itu berapa. Mulai jalan kaki malam-malam lewat rumah," papar Kanit Pidum mengenai metode penyelidikan yang sedang berjalan.


Berdasarkan hasil analisa psikologis dan profil korban, polisi menduga ada motif sakit hati atau kecemburuan sosial di balik aksi ini. Terlebih, korban dikenal sebagai sosok petani yang fokus bekerja secara mandiri.


"Karena itu perbuatan berulang, berarti ada rasa sakit hati. Yakin saya ada kemungkin orang iri sama korban, cuman dia tidak Cconekt dari awal," jelasnya.


Sementara itu, ditempat terpisah. Salah seorang warga Sembalun yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa tim dari Unit Pidum Satreskrim Polres Lombok Timur telah turun langsung ke lokasi kejadian pada hari Senin untuk mengumpulkan keterangan.


"Sesuai dengan informasi yang diterangkan oleh pihak korban, dalam hal ini Amaq Okin, bahwa kedatangannya kemarin hari Senin, ke Polres Lombok Timur di Unit Tindak Pidana Umum Reskrim datang bersama tim untuk langsung ke TKP kejadian perusakan tanaman," kata warga tersebut.


Berdasarkan pantauan di lapangan, tim buser dan penyidik telah mewawancarai korban serta kepala wilayah setempat guna memperkuat alat bukti. Warga menyimpulkan kerusakan masif pada bawang putih milik Pak Okin memang diakibatkan oleh paparan cairan kimia tersebut.


"Setelah tim Satreskrim aplikasi (cek lapangan), memang ini sesuai dengan laporan dari salah satu masyarakat kita selaku korban yaitu Pak Okin, disimpulkan bahwa ini diakibatkan dari cairan kimia merk Gempur," tuturnya.


Masyarakat Sembalun memberikan apresiasi tinggi atas gerak cepat aparat penegak hukum. Mengingat aksi teror pertanian ini sudah terjadi bertahun-tahun, warga berharap polisi dapat segera menyeret pelaku ke ranah hukum demi memberikan efek jera.


"Kita selaku masyarakat merasa terbantu dengan kinerja ataupun respon kepolisian sangat cepat melayani suatu laporan masyarakat di TKP. Kita sangat berterima kasih dan bersyukur sekali," ucapnya penuh semangat.


"Untuk itu, kita sangat mengapresiasi langkah-langkah kepolisian karena tindakan itu sangat merugikan karena kejadian ini selalu berulang. Dari keterangan korban, kejadian ini hampir sekitar 5 tahun. Ini tindakan yang tidak bisa ditolerir karena berpengaruh kepada sumber mata pencaharian seseorang," pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Misteri Gempur di Sawah Sembalun, Polisi Lacak Jejak Kimia Perusak Bawang Putih Warga

Trending Now