![]() |
| Humaria: Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin santuni anak yatim saat menghadiri acara penutupan 10 Muharam di Sikur. (Foto: Istimewa/MP). |
Acara yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada 200 anak yatim piatu ini dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin.
Mengusung tema "Membangun Persatuan dan Kesatuan dengan Meningkatkan Tali Silaturahmi", kegiatan tahunan ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah daerah. Pasalnya, tradisi mulia ini tercatat telah konsisten dilaksanakan oleh masyarakat setempat selama 46 tahun.
Dalam arahannya, Bupati Haerul Warisin menekankan pentingnya memaknai Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah dan perubahan ke arah yang lebih baik. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur dalam mengawal syiar Islam, salah satunya dengan mengalokasikan anggaran APBD untuk peringatan hari besar keagamaan.
"Kita ingin menghapus pemikiran masyarakat yang selalu ramai memperingati 1 Januari yang bukan milik umat Islam. Kita harus toleransi, tapi sebagai umat Islam yang memiliki tahun baru sendiri, semangat ini harus ditegakkan," tegas Haerul Warisin dalam sambutannya.
Bupati menjelaskan bahwa pengalokasian anggaran daerah untuk perayaan Hari Besar Islam seperti transisi dari tahun 1447 ke 1448 Hijriah bukan sekadar seremonial, melainkan memiliki dampak domino terhadap perekonomian masyarakat bawah. Menurutnya, perputaran uang dalam acara-acara tersebut sengaja dirancang untuk menggerakkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Uang satu miliar yang kita keluarkan, bisa menghasilkan puluhan miliar. Buktinya, UMKM kita gerakkan melalui Car Free Night dan Car Free Day. Kalau tidak seperti itu, pertumbuhan ekonomi kita sulit. Untuk meraih hasil yang besar, kita harus berani berkorban," urai Bupati memaparkan strategi ekonominya.
Selain fokus pada aspek ekonomi dan syiar, Haerul Warisin juga menyoroti pentingnya kepedulian sosial terhadap anak yatim. Ia mengingatkan jajarannya bahwa pemerintah memiliki kewajiban moral untuk hadir di tengah-tengah program kemanusiaan masyarakat.
Secara khusus, Bupati menginstruksikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk terus mengintervensi dan mendukung penuh agenda santunan yang diinisiasi oleh warga.
"Pemerintah wajib hukumnya untuk ikut serta dan mendukung kegiatan mulia ini," kata Bupati, seraya menambahkan bahwa siapa saja yang memuliakan anak yatim kelak akan mendapatkan kedudukan mulia di sisi Rasulullah SAW.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Lombok Timur melalui Baznas Kabupaten Lombok Timur menyerahkan bantuan stimulan sebesar Rp10 juta kepada Pemerintah Desa Montong Baan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Sobahul Herawadi, mengonfirmasi bahwa santunan kali ini disalurkan kepada 200 anak yatim yang tersebar di wilayah Montong Baan Selatan dan Montong Baan Induk.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bapak Bupati di tengah-tengah kami. Kegiatan ini adalah wujud kepedulian kita bersama terhadap anak-anak yatim," ungkap Sobahul.
Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan harapan dapat membawa keberkahan serta perubahan positif bagi kesejahteraan masyarakat Lombok Timur. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua IV Baznas Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Ketua Baznas Kabupaten Lombok Timur, unsur pemerintah kecamatan, jajaran kepala desa, serta para tokoh agama dan masyarakat setempat.

