Resmikan Graha PMII Lombok Timur, Luluk Nurhamidah: Jangan Cuma Jadi Kantor, Harus Jadi Pusat Solusi Masalah Rakyat

Rosyidin S
Sabtu, Juni 13, 2026 | 18.54 WIB Last Updated 2026-06-13T10:54:16Z
Humaria: Dr. Hj. Luluk Nurhamidah (empat dari kanan), Ketua Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Perempuan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, pose bersama pengurus PMII Lotim. (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Ketua Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Perempuan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII), Dr. Hj. Luluk Nurhamidah, menegaskan bahwa keberadaan Graha PMII Lombok Timur (Lotim) harus membawa dampak nyata bagi masyarakat luas.


Ia meminta agar gedung baru tersebut tidak sekadar dijadikan sebagai tempat urusan administrasi, melainkan bertransformasi menjadi pusat lahirnya pemimpin masa depan yang progresif.


"Kalau hanya untuk kantor, sekarang zamannya *virtual office*. Tapi kalau ini menjadi Graha PMII, maka harus menjadi ruang lahirnya pemimpin yang responsif, inovatif, dan mampu memberikan solusi atas persoalan masyarakat," tegas Luluk saat memberikan sambutan.


Menurut Luluk, Graha PMII harus mengambil peran strategis sebagai wadah kolaborasi gagasan. Gedung ini diharapkan menjadi tempat perumusan kebijakan publik yang berpihak pada rakyat, khususnya dalam mengawal isu-isu lokal di Lombok Timur.


Dalam kesempatan tersebut, Luluk juga menyoroti sejumlah persoalan sosial krusial yang saat ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar di Lombok Timur. Beberapa di antaranya adalah tingginya angka kemiskinan, kasus *stunting*, serta masih maraknya fenomena perkawinan anak di bawah umur.


Ia mendesak para kader dan alumni PMII untuk tidak tinggal diam dan menjadikan Graha PMII sebagai laboratorium penuntasan masalah-masalah sosial tersebut.


"Dari gedung ini harus lahir program-program strategis yang membantu pemerintah mengurangi kemiskinan, menekan angka perkawinan anak, mengatasi stunting, dan memberdayakan masyarakat desa. Graha PMII harus menjadi rumah solusi bagi masyarakat," ujarnya.


Lebih lanjut, Luluk menyampaikan bahwa pembangunan fisik Graha PMII bukan sekadar simbol estetika, melainkan sebuah bentuk pengabdian sekaligus investasi jangka panjang. Nilai manfaat dari keberadaan gedung ini diharapkan dapat terus mengalir dan dirasakan oleh generasi-generasi berikutnya.


Di akhir penyampaiannya, ia mengingatkan esensi utama dari pembangunan gedung organisasi tersebut agar tidak kehilangan marwahnya sebagai wadah perjuangan intelektual dan sosial.


"Amal jariyah itu bukan hanya tentang membangun gedung. Amal jariyah adalah ketika dari gedung ini lahir pemimpin-pemimpin yang memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan daerahnya," pungkas Luluk.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Resmikan Graha PMII Lombok Timur, Luluk Nurhamidah: Jangan Cuma Jadi Kantor, Harus Jadi Pusat Solusi Masalah Rakyat

Trending Now