![]() |
| Andi Suhandi, Owner Sajang Coffee Sembalun. |
MANDALIKAPOST.com – Nama Sembalun di Kabupaten Lombok Timur selama ini identik dengan kawasan wisata pegunungan yang menjadi pintu gerbang pendakian Gunung Rinjani. Namun, potensi daerah di lereng timur Rinjani itu sejatinya jauh lebih beragam dibanding sekadar destinasi pendakian.
Selain panorama alam, Sembalun memiliki hamparan savana, perbukitan, air terjun, kebun stroberi, perkebunan bawang putih, hingga perkebunan kopi yang menjadi bagian dari pengalaman wisata berbasis alam, pertanian (agrowisata), dan budaya. Berbagai desa wisata di kawasan ini juga terus berkembang dengan menghadirkan atraksi budaya, kuliner khas, serta aktivitas outdoor yang diminati wisatawan.
Tak hanya itu, komunitas pariwisata setempat juga mengembangkan konsep Rinjani 7 Summit, yang menawarkan pengalaman menjelajahi tujuh bukit dengan panorama spektakuler di kawasan Sembalun. Konsep ini menjadi alternatif wisata bagi pengunjung yang tidak mendaki hingga puncak Gunung Rinjani.
Di sektor agrowisata, Sembalun dikenal sebagai sentra produksi bawang putih nasional, stroberi, serta kopi Arabika dan Robusta yang tumbuh di lereng kaki Gunung Rinjani. Kondisi tanah vulkanik yang subur dan iklim pegunungan menghasilkan kopi dengan aroma khas dan cita rasa yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat kopi.
![]() |
| Sajang Coffee Promosikan Sembalun Lewat Secangkir Kopi, Perkuat Daya Tarik Wisata di Lereng Rinjani. |
Potensi tersebut kemudian ditangkap oleh pelaku UMKM lokal untuk menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda. Salah satunya melalui Sajang Coffee Sembalun, yang memadukan usaha pengolahan kopi lokal dengan coffee shop bagi wisatawan.
Owner Sajang Coffee Sembalun, Andi Suhandi, mengatakan usaha tersebut dirintis sejak 2019. Awalnya hanya berangkat dari masukan para wisatawan yang menginginkan tempat menikmati kopi asli Sembalun setelah berkeliling menikmati alam kawasan tersebut.
"Berawal dari lapak kopi sederhana, alhamdulillah sekarang berkembang cukup baik. Kopi asli Sembalun, baik Arabika maupun Robusta, memiliki aroma dan cita rasa yang diminati pencinta kopi. Itu yang membuat kami terpikir untuk mengembangkan usaha ini sebagai cara mempromosikan Sembalun dengan cara yang berbeda," ujar Andi.
![]() |
| Sajang Coffee Promosikan Sembalun Lewat Secangkir Kopi, Perkuat Daya Tarik Wisata di Lereng Rinjani. |
Menurutnya, hingga tahun 2026 Sajang Coffee menjadi salah satu coffee shop yang ramai dikunjungi wisatawan. Selain menyajikan kopi seduh, pihaknya juga memproduksi berbagai varian kopi kemasan yang telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia bahkan mulai menjangkau pasar mancanegara.
Bagi Andi, secangkir kopi bukan sekadar produk yang dijual kepada wisatawan. Lebih dari itu, kopi menjadi media untuk memperkenalkan identitas, budaya, dan kekayaan alam Sembalun kepada setiap pengunjung yang datang.
Meski demikian, ia menilai perhatian pemerintah terhadap pelaku UMKM kopi masih relatif minim. Selama ini, dukungan lebih banyak diarahkan pada pembangunan infrastruktur pariwisata, sementara pelaku usaha yang menjadi bagian dari ekosistem wisata belum banyak mendapatkan bantuan.
"Selama ini dukungan yang diberikan umumnya hanya untuk pengembangan infrastruktur pariwisata, sangat jarang menyentuh pelaku UMKM langsung," katanya.
Menurut Andi, salah satu kebutuhan utama pelaku UMKM kopi saat ini adalah bantuan peralatan produksi agar kualitas dan kapasitas usaha dapat terus meningkat.
"Ya misalnya dukungan untuk peralatan produksi. Itu yang sebenarnya dibutuhkan oleh banyak pelaku UMKM di sini," ujarnya.
Ia mengungkapkan, pada 2025 dukungan justru datang dari sektor swasta, yakni PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), melalui pelatihan peningkatan kapasitas usaha dan digital marketing.
"Dari AMMAN tahun 2025 memang ada pelatihan dua atau tiga kali, pelatihan pengembangan kapasitas dan digital marketing. Kami harap ke depan pemerintah dan swasta bisa melihat potensi UMKM di Sembalun untuk mendukung pariwisata NTB secara umum," pungkasnya.
Dengan semakin berkembangnya UMKM berbasis produk lokal seperti kopi, Sembalun dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata berkelanjutan. Wisatawan tidak hanya datang menikmati keindahan alam, tetapi juga memperoleh pengalaman menikmati produk lokal yang menjadi identitas masyarakat setempat, sehingga manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh warga.



