Sosialisasi Empat Pilar di NTB, Evi Apitamaya Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter

Ariyati Astini
Kamis, Juni 11, 2026 | 16.21 WIB Last Updated 2026-06-11T08:21:07Z

 

Anggota DPD RI Dapil NTB, Evi Apitamaya, 


MANDALIKAPOST.com – Anggota DPD RI Dapil NTB, Evi Apitamaya, menggandeng komunitas guru dalam pelaksanaan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan yang dinilai semakin memudar.


Evi menjelaskan, keterlibatan guru dalam kegiatan sosialisasi menjadi penting karena mereka merupakan pihak yang paling dekat dengan peserta didik dan berperan sebagai penyambung informasi kepada generasi muda.


“Kenapa kita menggandeng komunitas guru? Karena dalam setiap sosialisasi kelompok yang kami lakukan, kami melihat masih sangat minim pemahaman siswa terhadap Empat Pilar MPR RI. Padahal ini adalah fondasi fundamental bangsa yang harus dipahami oleh seluruh generasi muda,” ujarnya pada Kamis (11/6/2026).


Menurut Evi, Empat Pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan kekuatan utama dalam menjaga keutuhan bangsa.


Namun, ia mengaku prihatin karena banyak generasi muda saat ini yang kurang memahami bahkan tidak mengetahui dasar-dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.


“Kita prihatin. Banyak anak-anak sekarang yang tidak tahu bentuk negara, tidak memahami sistem pemerintahan, bahkan kurang peduli terhadap nilai-nilai dasar bangsa. Padahal bagaimana negara ini bisa tetap kokoh jika generasi mudanya sudah tidak peduli terhadap fondasi kebangsaan,” katanya.


Selain melibatkan komunitas guru, Evi juga mengajak organisasi masyarakat dan kepemudaan untuk turut berperan aktif dalam menyebarluaskan pemahaman tentang Empat Pilar MPR RI kepada masyarakat.


Ia menilai pendidikan etika, moral, dan nilai-nilai Pancasila perlu kembali diperkuat dalam sistem pendidikan nasional. Menurutnya, pendidikan karakter yang dahulu diterapkan secara intensif kini tidak lagi berjalan maksimal.


“Dulu kita mengenal Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Nilai-nilai kebangsaan ditanamkan sejak dini dan menjadi bagian penting dalam setiap jenjang pendidikan. Saat ini pendidikan tersebut memang masih ada, tetapi belum maksimal seperti dulu,” jelasnya.


Evi mengungkapkan, berdasarkan sejumlah kajian, tingkat pemahaman dan penghayatan generasi muda terhadap Pancasila saat ini tergolong rendah. Karena itu, dalam setiap kegiatan sosialisasi yang dilakukannya, ia selalu mengajak peserta untuk berdiskusi dan memahami makna filosofis yang terkandung dalam setiap sila Pancasila.


“Saya selalu memberikan brainstorming kepada anak-anak. Bukan sekadar menghafal Pancasila, tetapi memahami maknanya. Misalnya, kenapa sila pertama dilambangkan dengan bintang, apa filosofi di balik lambang tersebut. Banyak yang belum memahami makna mendalam dari simbol-simbol itu,” tuturnya.


Ia menegaskan bahwa setiap simbol dan nilai yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa memiliki filosofi yang mendalam dan relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia hingga saat ini.


Menurut Evi, penguatan kembali pendidikan kebangsaan, etika, dan moral menjadi kebutuhan mendesak di tengah derasnya pengaruh modernisasi yang turut memengaruhi karakter generasi muda.


“Sesungguhnya nilai-nilai Pancasila tidak pernah bertentangan dengan etika dan moral bangsa Indonesia. Karena itu, penghayatan terhadap Pancasila harus terus ditanamkan agar generasi muda tetap memiliki karakter, jati diri, dan rasa cinta tanah air,” pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sosialisasi Empat Pilar di NTB, Evi Apitamaya Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter

Trending Now