![]() |
| Kesehatan: Warga Sembalun sedang mengikuti pemeriksaan Cek Kesehatan Geratis di Sembalun, (Foto: Rosyidin/MP). |
Berdasarkan pantauan di lapangan, antusiasme warga masyarakat Sembalun terbilang sangat tinggi. Sejak pukul 08.30 WITA, lokasi kegiatan mulai dipadati oleh ratusan warga yang didominasi oleh kelompok lanjut usia (lansia) dari berbagai desa di wilayah setempat yang ingin memeriksakan kondisi kesehatannya.
Penanggung jawab kegiatan, dr. Muhammad Tantowi Jauhari menjelaskan bahwa aksi sosial ini merupakan bagian integral dari bentuk pengabdian kliniknya kepada masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pelosok dan penyangga kawasan wisata.
"Ini bagian dari proses pengabdian kita kepada masyarakat karena kita bergerak di sektor kesehatan. Kegiatan ini rutin kita upayakan keliling satu bulan sekali ke kecamatan-kecamatan lain, bekerja sama dengan puskesmas dan instansi terkait," ujar dr. Tantowi saat ditemui di lokasi kegiatan.
Dokter Tantowi menekankan, salah satu fokus utama dari pelayanan gratis ini adalah sebagai upaya menekan angka kasus penyakit tidak menular (PTM) atau penyakit kronis yang lambat laun kian meningkat dan menjadi beban pembiayaan kesehatan nasional.
"Tujuan kita tentu saja meningkatkan derajat kesehatan masyarakat supaya sadar akan kesehatannya, terutama penyakit kronis. Sekarang penyakit kronis memberikan beban biaya pembelian kesehatan yang cukup besar buat pemerintah. Kita upayakan agar penyakit seperti diabetes dan hipertensi ini bisa terkontrol sedini mungkin, jangan sampai naik tingkat keparahannya," jelasnya.
Secara khusus, dr. Tantowi menyoroti bahaya penyakit diabetes yang kini kerap dijuluki sebagai silent killer (pembunuh berdarah dingin) sekaligus mother of diseas (induk dari segala penyakit) karena berpotensi besar memicu komplikasi fatal seperti stroke, gangguan pembuluh darah (fasilopati), penyakit jantung, hingga luka kronis pada kaki. Melalui momentum bakti sosial ini, tim medis juga gencar memberikan edukasi mengenai pentingnya penerapan pola hidup sehat dan berimbang.
"Kita juga melakukan edukasi agar masyarakat bisa hidup sehat. Kuncinya ada pada pola makan yang sering kita lalai. Harus ada keseimbangan antara kalori yang masuk dengan aktivitas fisik yang membakar energi tersebut. Di samping itu, khusus untuk warga Sembalun, karena daerahnya sejuk, banyak yang tidak menyadari teriknya paparan sinar ultraviolet matahari yang bisa memicu kanker kulit. Edukasi proteksi diri ini yang juga kami tekankan," tambahnya.
Aksi sosial yang digawangi oleh tenaga medis profesional dari Klinik Ibnu Sina dan Puskesmas Sembalun ini pun menuai apresiasi serta respons positif dari warga setempat. Salah seorang warga asal Sembalun Lawang, Rumendih, mengaku sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan cuma-cuma ini.
Rumendih menuturkan bahwa ia langsung bergegas menuju lokasi setelah mendengar pengumuman resmi dari pengeras suara masjid pada malam sebelumnya.
"Saya dapat informasi tadi malam lewat pengeras suara di masjid, makanya pagi-pagi saya datang ke lokasi kegiatan diantar oleh anak saya. Alhamdulillah, setelah dicek sakit kolesterol dan asam urat saya tidak parah," tutur Rumendih penuh syukur.
Ia berharap program pelayanan jemput bola seperti ini bisa terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjangkau masyarakat yang jauh dari pusat perkotaan.
"Semoga kegiatan seperti ini sering dilakukan oleh dinas terkait maupun swasta. Agar masyarakat seperti kami yang tinggal jauh dari perkotaan ini merasa terbantu," pungkasnya.

