Geliat Bisnis Kopi Inklusif di Lombok Timur, Gerakkan Ekonomi Kreatif Sekaligus Berdayakan Kelompok Difabel

Rosyidin S
Kamis, Juli 09, 2026 | 20.55 WIB Last Updated 2026-07-09T12:55:02Z
Opening: Wakil Bupati Lombok Timur, H. Muh. Edwin Hadiwijaya hadir di acara grand opening kedai kopi di Pancor, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Tren pertumbuhan kedai kopi yang dikelola generasi muda di Kabupaten Lombok Timur berkembang sangat pesat. Geliat bisnis kreatif ini tidak hanya menjadi motor baru penggerak roda ekonomi lokal, tetapi juga mulai merambah ke ranah inklusi sosial dengan memberdayakan kelompok penyandang disabilitas (difabel).


Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, saat menghadiri acara Grand Opening sebuah kedai kopi yang berlangsung di halaman Gedung Birrul Walidain, Pancor, Kamis (9/7).


Wabup Edwin mencermati bahwa menjamurnya kafe di sepanjang jalan dari perempatan Pancor hingga Selong membuktikan kuatnya jiwa kewirausahaan pemuda daerah dalam menangkap peluang pasar. Selain membuka lapangan kerja, kehadiran kedai kopi baru ini dinilai istimewa karena berkomitmen penuh terhadap kelompok difabel.


"Secara makro, pertumbuhan ekonomi Lombok Timur pada Triwulan I tahun 2026 mencatatkan angka yang cukup impresif, yakni mencapai 7,83%," terang Edwin dalam sambutannya.


Namun, ia memberikan catatan kritis bahwa capaian tersebut belum sepenuhnya merata di akar rumput. Berdasarkan data per Maret 2026, kesejahteraan masyarakat pada Desil 1 hingga Desil 5 masih mencakup sekitar 300 ribu Kepala Keluarga (KK). Oleh karena itu, kehadiran bisnis kuliner inklusif ini diharapkan mampu menjadi generator baru dalam mendongkrak pemerataan ekonomi masyarakat.


Lebih lanjut, Edwin mengapresiasi langkah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI yang telah berkolaborasi dengan kalangan akademisi, lembaga filantropi, dan sektor usaha kreatif.


"Langkah ini akan menjadi formula kuat dalam menggerakkan roda ekonomi daerah secara inklusif di Lombok Timur," ujarnya.


Untuk mendukung keberlanjutan sektor UMKM, Pemerintah Daerah (Pemda) terus mengoptimalkan ruang publik melalui kegiatan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN), di samping menggulirkan program stimulasi modal berupa subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui program Lotim Berkembang.


Di sisi lain, Pemkab juga tengah gencar menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Pajak Kendaraan guna menopang dinamika ekonomi saat ini.


Sementara itu, perwakilan Baznas RI, Lalu Abdul Muhyi Abidin, menjelaskan bahwa gerai kopi yang diresmikan tersebut merupakan bagian dari program Zakat Kelompok Usaha Produktif (Z-Kopi). Kedai di Lombok Timur ini diposisikan sebagai salah satu proyek percontohan (*pilot project*) gerai besar yang menyasar klaster strategis, termasuk dunia pendidikan.


Lalu Abdul Muhyi menekankan bahwa keterlibatan Baznas tidak sekadar memberikan bantuan modal usaha, melainkan ada misi sosial dan keberlanjutan yang lebih luas.


"Baznas tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi juga ingin membangun ekosistem syariah dan budaya bersedekah," jelasnya.


Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Hamzanwadi, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menyampaikan rasa syukur atas sinergi yang terjalin dengan Baznas RI. Ia menegaskan bahwa predikat Universitas Hamzanwadi sebagai Kampus Inklusif harus diwujudkan lewat aksi nyata, bukan sekadar slogan.


"Kami tidak ingin konsep inklusif ini hanya megah di baliho atau papan nama kampus. Inklusi harus benar-benar diterapkan secara nyata. Dalam konteks pendidikan dan dakwah, inklusivitas adalah nilai fundamental yang harus kita pegang erat untuk membangun bangsa ini," tegas Rohmi.


Mantan Wakil Gubernur NTB ini juga meyakini bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang bagi kelompok disabilitas untuk berdaya dan produktif di tengah masyarakat.


"Saudara-saudara kita dari kelompok disabilitas ini seringkali jauh lebih hebat dari kita. Mereka mungkin memiliki kekurangan dari sisi fisik, tetapi sesungguhnya mereka dibekali kekuatan hati yang luar biasa besar. Mereka terus berjuang (struggle) untuk menggapai cita-cita dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar," tambahnya.


Melalui pengelolaan kedai kopi inklusif ini, Universitas Hamzanwadi siap membuktikan kepada pemerintah dan publik bahwa warga difabel mampu menjadi individu yang mandiri dan produktif.


Acara peresmian ini turut dihadiri oleh jajaran manajemen Universitas Hamzanwadi, para Tuan Guru, kepala madrasah, serta pimpinan perbankan syariah daerah, termasuk perwakilan dari Bank NTB Syariah, Bank Mandiri, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Geliat Bisnis Kopi Inklusif di Lombok Timur, Gerakkan Ekonomi Kreatif Sekaligus Berdayakan Kelompok Difabel

Trending Now