Gerai Bale Berdaya, Etalase Produk UMKM Sumbawa yang Menyapa Wisatawan di Bandara ‎

Panca Nugraha
Jumat, Juli 03, 2026 | 10.42 WIB Last Updated 2026-07-03T02:42:32Z

 

Gerai Bale Berdaya di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III Sumbawa. (Foto : istimewa)

MANDALIKAPOST.com – Sumbawa bukan hanya dikenal karena pesona alamnya yang memikat, mulai dari pantai, pegunungan, hingga kekayaan bawah laut yang menjadi magnet wisata. 


Pulau di bagian timur Provinsi Nusa Tenggara Barat ini juga menyimpan kekayaan budaya, tradisi, serta beragam produk unggulan hasil karya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terus berkembang.


‎Kini, seluruh kekayaan khas Tanah Samawa itu seakan langsung menyambut setiap penumpang yang tiba di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III Sumbawa melalui Bale Berdaya Hub. 


Gerai UMKM yang berada di area bandara tersebut menjadi etalase berbagai produk unggulan lokal, mulai dari Kopi Sumbawa, madu hutan, aneka jajanan tradisional, kain tenun, hingga produk kerajinan tangan berbahan daur ulang, termasuk homemade tas dan fashion.


‎Lebih dari sekadar pusat oleh-oleh, Bale Berdaya Hub menjadi ruang promosi bagi produk-produk UMKM Sumbawa agar dikenal masyarakat yang lebih luas. Kehadirannya menjadi bukti bahwa produk lokal mampu tampil dengan kualitas yang kompetitif serta memiliki daya saing di pasar regional maupun nasional.


‎Pengelola Gerai Bale Berdaya, Delia Puspita Cahyani, mengatakan gerai tersebut mulai beroperasi sejak September 2025. Dalam waktu hampir satu tahun, perkembangannya menunjukkan hasil yang menggembirakan.


‎"Syukur Alhamdulillah pasar menyambut dengan baik. Dari catatan kami, sejak Januari hingga Juni 2026 jumlah penjualan produk maupun omzet Bale Berdaya Hub terus meningkat," ujar Delia kepada Mandalika Post, Kamis (2/7/2026).


‎Menurut Delia, keberadaan Bale Berdaya Hub tidak hadir begitu saja. Dibutuhkan proses kurang lebih tiga tahun hingga akhirnya gerai tersebut berdiri sebagai wadah promosi sekaligus pemasaran produk-produk UMKM Sumbawa.


‎Perjalanan itu berawal dari Program Bale Berdaya yang diinisiasi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) sebagai bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).


Program yang dijalankan bersama KUMPUL sejak 2024 tersebut bertujuan memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar mampu tumbuh menjadi usaha yang mandiri dan berdaya saing.


‎Lebih dari 100 pelaku UMKM dari tujuh kecamatan di Kabupaten Sumbawa, yakni Sumbawa, Moyo Hulu, Lantung, Lenangguar, Lunyuk, Orong Telu, dan Ropang mengikuti program tersebut.


‎Pengelola Gerai Bale Berdaya, Delia Puspita Cahyani.


‎Delia sendiri dipercaya menjadi Fasilitator Bale Berdaya Kecamatan Moyo Hulu sejak tahun 2024 hingga tahun 2025. 


Selama hampir dua tahun, para pelaku UMKM mendapatkan pendampingan secara intensif, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, literasi keuangan digital, pengelolaan arus kas, penyempurnaan kualitas produk dan kemasan, pengurusan legalitas usaha, hingga strategi pemasaran berbasis digital.


‎"Hasilnya cukup menggembirakan. Banyak pelaku UMKM yang naik kelas. Produknya semakin baik, sudah memiliki legalitas usaha, mampu mengelola keuangan dengan lebih profesional, hingga mulai memasarkan produknya melalui media sosial," jelas Delia.


‎Menurutnya, Festival Bale Berdaya yang digelar pada Agustus 2025 dalam rangkaian Pesta Rakyat Sumbawa, menjadi momentum penting lahirnya Bale Berdaya Hub.

Melalui kolaborasi dengan pengelola Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III Sumbawa, gerai tersebut akhirnya dihadirkan sebagai ruang promosi permanen bagi produk-produk UMKM lokal.


‎Kini Bale Berdaya Hub yang memiliki luas sekitar 8 x 3,5 meter menjadi rumah bagi puluhan produk unggulan khas Sumbawa.


Konsumennya tidak hanya berasal dari masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan domestik, pelaku perjalanan bisnis, hingga tamu dari berbagai daerah yang datang melalui jalur udara.


‎Delia menilai, ada tiga manfaat utama yang dirasakan pelaku UMKM selama mengikuti Program Bale Berdaya. 


Pertama, peningkatan mutu dan standar produk sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Kedua, kemampuan mengelola keuangan usaha menjadi lebih baik sehingga bisnis berjalan lebih sehat. Ketiga, pelaku usaha mampu memperluas jaringan dan jangkauan pasar melalui pemanfaatan digital marketing.


‎"Kami berharap program dari AMMAN ini dapat terus berkelanjutan sehingga semakin banyak pelaku UMKM yang tumbuh, mandiri, dan memiliki daya saing di Sumbawa," katanya.


‎Keberhasilan Program Bale Berdaya juga terlihat dari capaian para pesertanya. Sepanjang pelaksanaan program rata-rata omzet UMKM peserta meningkat tajam.


‎Selain itu, banyak pelaku usaha berhasil memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Halal, serta meningkatkan standar kualitas produk sehingga lebih siap memasuki pasar yang lebih luas.


‎Vice President Social Impact PT Amman Mineral Internasional Tbk, Priyo Pramono, mengatakan Bale Berdaya merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong tumbuhnya kewirausahaan lokal melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).


‎Menurut dia, sejak tahun 2025, Program Bale Berdaya memasuki tahap penguatan jejaring kemitraan, akses pasar, dan akses pembiayaan. Lebih dari 100 pelaku UMKM kembali mengikuti program tersebut dengan pendampingan mentor dan investor tingkat nasional serta dukungan pemerintah daerah, korporasi, perusahaan rintisan, hingga lembaga keuangan mikro.


‎"Kami berharap UMKM Sumbawa yang mengikuti Program Bale Berdaya terus berkembang menjadi penggerak perekonomian lokal, bahkan mampu menembus pasar nasional hingga internasional," kata Priyo. (*)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gerai Bale Berdaya, Etalase Produk UMKM Sumbawa yang Menyapa Wisatawan di Bandara ‎

Trending Now