Komitmen Kapolres Lombok Timur Perkuat Pengamanan Destinasi Wisata dan Maksimalkan Pola Sambang Warga

Rosyidin S
Kamis, Juli 16, 2026 | 14.21 WIB Last Updated 2026-07-16T06:21:23Z
Sosok: Kapolres Lombok Timur, AKBP Ariakta Gagah Nugraha, S.I.K., M.H., (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Timur berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), dengan fokus khusus pada pengawalan destinasi wisata di wilayah hukum Kabupaten Lombok Timur. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh objek wisata menjadi zona yang aman dan nyaman, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.


Hal tersebut ditegaskan oleh Kapolres Lombok Timur yang baru, AKBP Ariakta Gagah Nugraha, S.I.K., M.H., saat ditemui awak media di ruang kerjanya pada Kamis (15/7).


Menurutnya, seluruh anggota Polri dari ujung Aceh hingga Papua memiliki satu visi yang sama, yakni menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Di tingkat daerah, komitmen ini diwujudkan melalui sinergi kuat bersama jajaran Forkopimda Lombok Timur.


"Kita di sini bersinergi sama pemerintah daerah, sama Bapak Dandim, kejaksaan, dan pengadilan. Kita sama-sama bersinergi tentunya untuk mewujudkan Lombok Timur yang kondusif. Pak Bupati juga kemarin kami sudah berkomunikasi, intinya kita punya satu tujuan yang sama," ujar Ariakta.


Meskipun situasi di Lombok Timur saat ini relatif kondusif, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin bersikap meremehkan (underestimate). Polres Lombok Timur terus mengintensifkan upaya preemtif dan preventif dengan meningkatkan kegiatan kepolisian, mulai dari patroli pagi, siang, sore, hingga malam hari.


Apabila ditemukan adanya tindakan pidana, AKBP Ariakta memastikan jajarannya akan melakukan penegakan hukum secara maksimal dan profesional sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.


Mengingat luasnya wilayah Lombok Timur yang mencakup area pegunungan hingga pantai, serta jumlah penduduk yang mencapai sekitar 1,5 juta jiwa, potensi kerawanan kriminalitas menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, pengamanan di sektor pariwisata diperkuat sesuai dengan arahan Kapolda NTB.


"Khususnya untuk di tempat-tempat yang kaitannya ada destinasi wisata, sesuai dengan arahan Bapak Kapolda, kita akan perkuat untuk pola pengamanan yang hadir di tempat-tempat wisata. Setidaknya bisa kita buat tempat wisata ini menjadi zona yang nyaman untuk dikunjungi, bukan hanya wisatawan lokal tapi juga wisatawan asing," jelasnya.


Terkait wacana pembentukan pos pengamanan khusus di titik-titik wisata, Kapolres menyatakan akan melakukan evaluasi terlebih dahulu mengenai tingkat kerawanan di lapangan. Jika dinilai sangat krusial, pihak kepolisian siap menempatkan personel secara menetap dengan berkolaborasi bersama masyarakat, pengelola wisata, maupun pemerintah daerah untuk penyediaan fasilitas pos.


"Kalau memang ada titik tertentu yang memang di situ tingkat kerawanannya tinggi, nanti akan kami komunikasikan untuk bisa dibuatkan pos. Kalau kami intinya siap untuk menempatkan personel," tambahnya.


Namun untuk opsi lain, kepolisian juga bisa memaksimalkan penempatan anggota patroli pada jam-jam sibuk seperti saat akhir pekan (weekend).


Menyadari bahwa kepolisian tidak dapat bekerja sendiri, AKBP Ariakta berencana menerapkan pendekatan yang lebih humanis dan dekat dengan masyarakat melalui pola sambang (silaturahm). Kegiatan berkumpul, berdialog, hingga ngopi bareng akan digalakkan hingga ke tingkat mikro (kampung/desa) guna menyerap langsung informasi dan kendala yang dihadapi warga.


"Saya akan maksimalkan dengan pola sambang. Kita akan sering berkumpul dengan masyarakat yang ada di sini dari segala macam elemen. Dengan seringnya datang, ngopi bareng, ngobrol, dan berpikir bareng untuk datang ke tingkat mikro supaya kita sebagai anggota Polri bisa tahu apa yang menjadi permasalahan di wilayah tersebut," tuturnya.


Melalui pendekatan ini, tokoh agama dan tokoh masyarakat diharapkan dapat proaktif menyampaikan persoalan sekecil apa pun. Jika permasalahan yang ditemukan berada di luar ranah kepolisian, pihak Polres berkomitmen membantu mengomunikasikannya dengan pemerintah daerah atau stakeholder terkait.


Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan layanan panggilan darurat Call Center 110 guna melaporkan kejadian darurat secara cepat agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.


Merespons adanya aspirasi dan laporan mengenai maraknya dugaan peredaran narkotika di kawasan wisata Sembalun yang jalurnya langsung dengan kawasan Gunung Rinjani Kapolres memberikan atensi khusus. Berdasarkan informasi dari masyarakat setempat, kawasan yang kerap dikunjungi wisatawan asing tersebut disinyalir rentan menjadi peredaran barang haram.


Mendengar masukan tersebut, Kapolres berjanji akan segera menginstruksikan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lombok Timur untuk melakukan pengecekan dan tindakan tegas di lapangan, mengingat sebelumnya sudah ada beberapa pelaku yang berhasil diamankan di kawasan tersebut.


"Terima kasih masukannya, nanti saya kasih tahu Kasat Narkoba ya, coba nanti kita cek di sana. Supaya kami juga bisa segera menindaklanjuti apapun laporan yang diberikan masyarakat," pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Komitmen Kapolres Lombok Timur Perkuat Pengamanan Destinasi Wisata dan Maksimalkan Pola Sambang Warga

Trending Now