![]() |
| Kerabat: Faokanuri, menunjukkan surat penggeledahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi, (Foto: Istimewa/MP). |
Salah satu lokasi yang disambangi tim penyidik KPK adalah kediaman Faokanuri, kerabat dekat dari pihak keluarga pimpinan perusahaan air bersih daerah tersebut.
Saat ditemui di kediamannya, di Lombok Timur pada Selasa (28/7), Faokanuri membenarkan adanya kedatangan tim penyidik KPK ke rumahnya pada Sabtu (25/7) lalu. Ia mengonfirmasi bahwa kedatangan lembaga anti korupsi tersebut berkaitan langsung dengan upaya penelusuran barang bukti dan transaksi finansial.
"Iya, betul penyidik KPK datang ke rumah hari Sabtu lalu. Mereka memeriksa sejumlah ruangan, termasuk memeriksa komputer yang ada di kamar atas," ujar Faokanuri saat memberikan keterangan, Selasa (28/7).
Faokanuri yang memiliki hubungan kekerabatan langsung menjelaskan bahwa dirinya berusaha kooperatif selama proses penggeledahan berlangsung. Tim penyidik KPK yang berjumlah sekitar tujuh orang menyisir lokasi untuk mencari dokumen maupun barang bukti elektronik yang relevan dengan perkara.
"Saya kooperatif saja karena bagaimanapun saya ini pamannya salah satu istri terduga masih satu garis keturunan. Penyidik memeriksa komputer dan beberapa sudut rumah, namun dari pemeriksaan tersebut tidak ada barang bukti berbentuk fisik atau uang tunai yang disita," lanjutnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan oleh sekitar tujuh orang petugas KPK tersebut berlangsung relatif cepat dan tertib. Faokanuri juga mengaku baru mengetahui kabar pasti mengenai perkembangan kasus hukum yang menimpa kerabatnya tersebut dari pemberitaan media pada Senin siang.
Hingga saat ini, KPK masih terus melakukan penelusuran aset (asset tracing) dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi kunci untuk membongkar secara tuntas dugaan aliran dana serta keterlibatan pihak-pihak lain dalam skandal korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan BUMD PDAM Giri Menang.

