Mobil Dagang dan Sebagian Rumah Ludes Terbakar, Pedagang Rawon di Mataram Berharap Bisa Bangkit Kembali ‎

Panca Nugraha
Senin, Juli 27, 2026 | 14.50 WIB Last Updated 2026-07-27T06:50:42Z
Ketua APA NTB, Komarudin Komeng bersama korban kebakaran, Nurhayati.


‎MANDALIKAPOST.com – Musibah kebakaran yang menimpa Nurhayati, seorang pedagang nasi rawon dan soto di Kota Mataram, menghanguskan mobil box pickup yang menjadi sarana utama mencari nafkah sekaligus merusak sebagian rumahnya. 

Kini, perempuan yang tinggal di Jalan Mahoni Gang Kopi 3 Nomor 6, Karang Kelok Baru, Kota Mataram itu hanya berharap dapat kembali berdagang seperti sediakala.

‎Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu (26/7) sekitar pukul 04.00 Wita. Saat itu Nurhayati tengah bersiap memulai aktivitas berjualan seperti biasanya.

‎Ia memanaskan rawon dan soto menggunakan kompor yang berada di dalam mobil box pickup yang diparkir di garasi rumah. Sementara itu, ia beberapa kali masuk ke dapur rumah untuk menyiapkan bahan dagangan lainnya.

‎"Seperti biasa saya menghangatkan rawon dan soto sebelum berjualan. Tapi beberapa saat ditinggal ke dalam, ternyata api membesar padahal tidak ada bau gas bocor," ujar Nurhayati, Senin 27 Juli 2026.

‎Api yang tiba-tiba membesar membuat suasana panik. Posisi mobil yang berada di dalam garasi dengan gerbang rumah masih tertutup membuat upaya penyelamatan menjadi lebih sulit.

‎Warga sekitar dan para tetangga segera berdatangan membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu mobil pemadam kebakaran tiba. Menurut Nurhayati, petugas pemadam datang sekitar pukul 05.00 Wita atau hampir satu jam setelah api mulai membesar.

Kondisi pasca kebakaran.


‎Akibat kebakaran tersebut, mobil box pickup beserta seluruh peralatan dagang hangus terbakar. Tidak hanya itu, sebagian rumah miliknya, terutama atap teras dan ruang tengah, juga ikut dilalap si jago merah.

‎Bagi Nurhayati, musibah ini bukan sekadar kehilangan kendaraan. Mobil tersebut merupakan tempat ia menggantungkan penghasilan untuk menghidupi keluarga melalui usaha nasi rawon dan soto yang setiap hari dijual di kawasan Cakranegara.

‎Hingga Senin (27/7), bantuan yang diterimanya baru berupa beras dan terpal dari pihak kelurahan. Rekan-rekan sesama pedagang UMKM juga bergotong royong membantu menyediakan terpal untuk menutup bagian atap rumah yang rusak akibat kebakaran.

‎"Kami berharap ada perhatian pemerintah, setidaknya sampai kami bisa kembali beraktivitas dan berdagang seperti biasa. Sebab saat ini kami tidak bisa beraktivitas lagi, padahal ini satu-satunya mata pencaharian kami," tuturnya.

‎Di tengah cobaan tersebut, Nurhayati mengaku bersyukur karena tidak sendiri. Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran Asosiasi Pedagang Asongan (APA) NTB yang bergerak cepat memberikan bantuan kepada dirinya.

‎Sementara itu, Ketua APA NTB, Komarudin Komeng, mengatakan musibah yang dialami Nurhayati menjadi duka bagi seluruh keluarga besar pedagang asongan di NTB.

‎"Kami merasa prihatin dengan musibah ini dan kami juga menggalang donasi sesama anggota APA NTB untuk meringankan beban Bu Nurhayati," katanya.




‎‎Menurut Komeng, APA NTB telah menyalurkan bantuan awal berupa terpal dan kebutuhan lainnya. Selain itu, pihaknya juga akan mengupayakan agar Nurhayati dapat memperoleh bantuan sosial dari pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi NTB.

‎"Harapan kami, Bu Nurhayati bisa segera bangkit dan kembali berdagang. Ini bukan hanya persoalan kehilangan harta benda, tetapi juga kehilangan sumber penghidupan. Karena itu kami mengajak semua pihak yang memiliki kepedulian untuk bersama-sama membantu meringankan bebannya," pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mobil Dagang dan Sebagian Rumah Ludes Terbakar, Pedagang Rawon di Mataram Berharap Bisa Bangkit Kembali ‎

Trending Now