‎Rumah Singgah RSUD NTB Jadi Sandaran Pasien Rujukan dari Pelosok, Penataan Ditarget Rampung Awal 2027 ‎

Panca Nugraha
Selasa, Juli 28, 2026 | 11.55 WIB Last Updated 2026-07-28T03:55:48Z

 



‎Sebanyak 27 pasien dan pendamping saat ini memanfaatkan rumah singgah sederhana yang disiapkan RSUD NTB untuk meringankan beban keluarga selama menjalani pengobatan.



MANDALIKAPOST.com – Di balik padatnya pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terdapat sebuah bangunan sederhana yang menjadi tempat bernaung bagi pasien dan keluarga dari berbagai daerah. Bangunan bekas kantor pembangunan rumah sakit itu kini difungsikan sebagai Rumah Singgah, menjadi harapan bagi mereka yang harus menjalani pengobatan dalam waktu cukup lama di Kota Mataram.


‎Direktur RSUD Provinsi NTB, drg. H. Asrul Sani, M.Kes., mengatakan rumah singgah merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga memperhatikan sisi kemanusiaan bagi pasien dan keluarganya.



‎"Rumah singgah ini memang masih menggunakan bangunan sederhana bekas kantor pembangunan RSUD. Pengelolaannya dilakukan oleh keluarga pasien maupun relawan dengan tetap berada dalam pemantauan pihak rumah sakit," ujarnya.


‎Saat ini tercatat sebanyak 27 pasien beserta pendamping sedang memanfaatkan fasilitas tersebut. Mereka merupakan pasien rujukan yang menjalani rawat jalan, terapi berkala, kontrol rutin, maupun menunggu proses perawatan lanjutan di RSUD Provinsi NTB.

Berdasarkan data yang ada, penghuni rumah singgah berasal dari Kabupaten Bima sebanyak 20 orang, Kabupaten Dompu tiga orang, Kabupaten Sumbawa dua orang, Kabupaten Lombok Tengah satu orang, dan Kota Bima satu orang. Jumlah tersebut bersifat dinamis karena penghuni akan berganti sesuai perkembangan kondisi kesehatan masing-masing pasien.

Dominasi pasien yang berasal dari Pulau Sumbawa menunjukkan pentingnya keberadaan rumah singgah dalam membantu masyarakat yang harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan rujukan. Kehadiran fasilitas ini mampu mengurangi beban biaya akomodasi dan transportasi yang kerap menjadi persoalan bagi keluarga pasien.



‎Selain rumah singgah yang disediakan RSUD NTB, terdapat sekitar lima rumah singgah pendukung yang berada di sekitar kawasan rumah sakit. Jejaring tersebut menjadi pelengkap sehingga pasien dari daerah pelosok tetap memiliki tempat tinggal sementara yang layak selama menjalani pengobatan.



‎Asrul Sani mengungkapkan, pihaknya sebelumnya telah menggelar pertemuan atau hearing bersama para penghuni rumah singgah. Dalam kesempatan itu berbagai masukan dan konsep penataan rumah singgah dibahas secara terbuka.



‎"Kami sudah berdiskusi dengan para penghuni rumah singgah dan menyampaikan konsep-konsep penataan ke depan. Saat ini tidak ada persoalan antara penghuni dengan pihak rumah sakit," katanya.



‎Ia menambahkan, peningkatan kualitas rumah singgah tetap menjadi perhatian RSUD Provinsi NTB. Namun, karena adanya sejumlah agenda prioritas rumah sakit yang harus didahulukan, proses penataan rumah singgah ditargetkan mulai direalisasikan pada triwulan IV tahun 2026 dan berlanjut hingga triwulan I tahun 2027.



‎"RSUD Provinsi NTB akan terus berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana penunjang kesehatan agar pelayanan yang diberikan semakin baik, adil, inklusif, dan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat NTB," tutupnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • ‎Rumah Singgah RSUD NTB Jadi Sandaran Pasien Rujukan dari Pelosok, Penataan Ditarget Rampung Awal 2027 ‎

Trending Now