![]() |
| Humaria: Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh Edwin Hadiwijaya bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita Lombok Timur hadiri acara khitanan massal gratis, (Foto: Istimewa/MP). |
Menggandeng berbagai pihak terkait, aksi sosial yang menyasar puluhan anak ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial sesaat, melainkan dapat diusulkan menjadi agenda tahunan pemerintah daerah.
Wakil Bupati Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi apik yang ditunjukkan oleh berbagai elemen dalam menyukseskan acara ini.
Dalam sambutannya, Wabup Edwin mendorong agar GOW terus melebarkan sayap kolaborasinya, termasuk membangun kemitraan strategis dengan BPJS Kesehatan guna mengawal program pemberdayaan masyarakat.
"Ada program pemberdayaan dari BPJS Kesehatan yang perlu kita kawal dan bimbing bersama, agar pemanfaatan dana santunan yang sudah diberikan pemerintah tepat sasaran dan tidak habis begitu saja. Kita harus mencari pola pemanfaatan uang santunan yang paling efektif bagi masyarakat," ujar Wabup Edwin.
Selain itu, Edwin juga berpesan kepada para petugas medis untuk mengedepankan pendekatan yang humanis selama proses khitanan berlangsung.
"Saya menekankan agar petugas khitan lebih ramah dan komunikatif sehingga masyarakat tidak ragu untuk bertanya jika menghadapi kendala," tambahnya, sembari menyarankan agar momentum kegiatan serupa ke depan dapat diselaraskan dengan peringatan hari besar seperti Hari Anak Nasional atau bulan-bulan Hijriah yang penuh berkah.
Sementara itu, Ketua GOW Lombok Timur, Sri Mahyu Wardani Edwin, mengungkapkan rasa syukur sekaligus haru atas respons luar biasa dari masyarakat. Ia mengaku sempat merasa pesimis di awal perencanaan program ini mengenai target jumlah peserta. Namun, kenyataan di lapangan justru sebaliknya.
"Awalnya kami menduga kuota peserta baru akan terpenuhi dalam waktu tiga minggu. Namun luar biasa, begitu pamflet digital kegiatan ini disebarkan, hanya dalam waktu singkat yaitu empat hari, kuota awal sebanyak 50 anak langsung terpenuhi," ungkap Sri Mahyu Wardani dengan nada bangga.
Tingginya animo masyarakat ini dibuktikan dengan terdaftarnya 53 anak sebagai peserta aktif. Bagi Sri, lonjakan pendaftar ini merupakan amanah dan bukti kepercayaan besar dari masyarakat kepada GOW Lotim.
Untuk memberikan pengalaman khitan yang minim trauma bagi anak-anak, panitia sengaja memilih metode khitan modern yang saat ini tengah populer karena tingkat kenyamanannya yang tinggi.
"Khitanan akan menggunakan metode sunat modern yang saat ini banyak dipilih oleh masyarakat sehingga memberikan kenyamanan bagi anak-anak dan orang tua. Metode tersebut tidak menggunakan jarum suntik untuk proses pembiusannya, sehingga dapat meminimalisasi rasa takut pada anak," jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, tim medis membuka 10 meja tindakan secara paralel untuk memastikan efisiensi waktu. Proses penanganan satu anak pun berlangsung sangat singkat, hanya berkisar antara 10 hingga 15 menit.
Setelah tindakan selesai, seluruh peserta tidak hanya membawa pulang obat-obatan pelindung, tetapi orang tua mereka juga dibekali dengan edukasi langsung serta panduan tertulis mengenai cara perawatan luka sunat mandiri di rumah.
GOW Lotim juga menjamin seluruh prosedur telah memenuhi standar medis yang ketat, lengkap dengan penyediaan saluran komunikasi siaga (hotline) pasca-tindakan sebagai langkah antisipasi medis.
Sebagai bentuk kasih sayang dan apresiasi atas keberanian mereka, GOW Lotim membagikan bingkisan khusus kepada seluruh anak yang telah dikhitan.
Acara yang berlangsung dengan khidmat dan meriah ini turut dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perwakilan BPJS Kesehatan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lotim, jajaran direksi rumah sakit swasta mitra pelaksana, para Kepala Puskesmas, serta orang tua dan pendamping masing-masing anak.

