![]() |
| Kualifikasi: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah, TGH Muhammad Zainul Majdi, (Foto: Istimewa/MP). |
Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh TGB melalui sebuah unggahan video di media sosial pribadinya. Langkah ini diambil setelah nama TGB dan organisasi NWDI sempat terseret dan disebut-sebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI baru-baru ini.
Secara tegas, mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dua periode ini menyatakan bahwa lembaga pendidikan tersebut bernaung di bawah payung organisasi keagamaan yang berbeda.
"Agar tidak menjadi fitnah, saya sampaikan ponpes tersebut tidak berada di bawah naungan organisasi yang saya pimpin. Namun berada di bawah naungan organisasi lain," ujar TGB dalam video klarifikasinya.
TGB meminta semua pihak untuk fokus pada penyelesaian perkara secara hukum tanpa mengait-ngaitkan atau menyeret nama organisasi tertentu ke dalam pusaran kasus ini. Ia mendukung penuh aparat penegak hukum untuk mengusut kasus kekerasan terhadap santri tersebut hingga ke akar-akarnya.
"Silakan usut tuntas pidananya. Hukum siapa pun yang bersalah," tegas Ketua Umum PB NWDI itu.
Ia menambahkan bahwa penegakan hukum yang cepat, transparan, dan berkeadilan sangat krusial dalam situasi seperti ini. Kecepatan aparat dalam bertindak dinilai akan mampu meredam simpang siur informasi yang berpotensi membelah opini publik.
"Masyarakat jangan dibiarkan berspekulasi sehingga menimbulkan fitnah," tambahnya.
Di akhir penyataannya, tokoh ulama kharismatik ini juga mengajak seluruh pengelola dan komunitas pesantren untuk menyikapi peristiwa kelam ini dengan bijak. Alih-alih bersikap defensif, ia mengimbau dunia pesantren menjadikan momentum ini sebagai bahan evaluasi besar-besaran untuk berbenah.
Menurutnya, kritik dan perhatian publik saat ini merupakan bukti cinta dan kepedulian masyarakat agar marwah pesantren sebagai lembaga pendidikan yang aman tetap terjaga. Pesantren harus mampu menjamin bahwa setiap santri yang menimba ilmu di dalamnya mendapatkan perlindungan penuh, baik secara lahir maupun batin.

