![]() |
| Bank NTB Syariah Berstatus Bank Sehat. |
MANDALIKAPOST.com – Anggota Komisi III DPRD NTB, Akhdiansyah, mengapresiasi capaian Bank NTB Syariah yang berhasil mempertahankan status sehat berdasarkan hasil penilaian Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting bagi bank milik daerah itu untuk meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui peningkatan dividen.
“Bank NTB Syariah sudah dinyatakan sehat oleh OJK dengan status Peringkat Komposit 2 (PK-2). Saya mengapresiasi prestasi tersebut,” ujar Akhdiansyah usai mengikuti rapat bersama jajaran Bank NTB Syariah.
Politisi yang duduk di Komisi III DPRD NTB itu menjelaskan, realisasi dividen Bank NTB Syariah yang telah tercantum dalam dokumen APBD dan laporan pertanggungjawaban daerah saat ini mencapai sekitar Rp72 miliar.
Dengan kondisi bank yang terus menunjukkan perbaikan kinerja dan telah memperoleh penilaian sehat dari regulator, Akhdiansyah optimistis kontribusi bank terhadap daerah akan terus meningkat pada tahun mendatang.
“Realisasi dividen sekarang berada di angka Rp72 miliar. Kita optimistis tahun depan bisa mencapai sekitar Rp82 miliar karena kinerjanya bagus dan bank dinyatakan sehat,” katanya.
Meski memberikan apresiasi terhadap kinerja perusahaan, Akhdiansyah mengingatkan manajemen Bank NTB Syariah agar tidak lengah. Ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan, khususnya pada aspek mitigasi risiko dan audit internal.
Menurutnya, audit internal yang kuat menjadi instrumen penting untuk memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), sehingga target-target bisnis perusahaan dapat tercapai secara berkelanjutan.
“Penguatan audit internal sangat penting agar seluruh proses bisnis berjalan sesuai ketentuan dan target dividen yang diharapkan bisa tercapai,” ujarnya.
Selain itu, Akhdiansyah meminta manajemen menjadikan insiden yang terjadi pada 2025 sebagai bahan evaluasi bersama. Saat itu, Bank NTB Syariah menjadi salah satu dari 28 bank di Indonesia yang terdampak serangan kejahatan siber hingga mengalami kerugian.
Menurutnya, pengalaman tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi perusahaan untuk memperkuat sistem keamanan dan manajemen risiko di masa mendatang.
“Supaya itu tidak terjadi lagi, mitigasi risikonya harus dipersiapkan dengan baik,” tegasnya.
Akhdiansyah juga menyatakan keyakinannya terhadap jajaran manajemen baru Bank NTB Syariah. Ia menilai berbagai persoalan yang sempat terjadi merupakan bagian dari dinamika pada periode manajemen sebelumnya, sementara manajemen saat ini telah menunjukkan kinerja yang positif.
“Saya optimistis dan percaya dengan manajemen baru ini. Dengan penguatan mitigasi risiko dan audit internal, saya yakin berbagai persoalan bisa diantisipasi dan target dividen sekitar Rp82 miliar dapat tercapai,” pungkasnya.
Status sehat yang diberikan OJK melalui Peringkat Komposit 2 (PK-2) menjadi indikator bahwa kondisi Bank NTB Syariah berada dalam kategori baik dan memiliki kemampuan yang memadai dalam menjalankan operasional perbankan secara berkelanjutan. Capaian tersebut diharapkan semakin memperkuat peran Bank NTB Syariah sebagai salah satu sumber pendapatan daerah sekaligus motor penggerak perekonomian di Nusa Tenggara Barat.

