![]() |
| Edukasi: Kapolsek Sembalun bersama anggota mengedukasi dan menghimbau pengunjung Taman Nasional Gunung dan masyarakat untuk mencegah Karhutla didalam kawasan TNGR, (Foto: Rosyidin/MP). |
Langkah protektif ini diwujudkan melalui aksi patroli dan pemberian himbauan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) kepada para pengunjung serta pendaki di wilayah Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Senin (11/8) kemarin.
Patroli yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Sembalun, IPTU Lalu Subadri, bersama KA SPKT I dan jajaran anggota Polsek Sembalun. Kegiatan difokuskan pada area-area vital yang menjadi titik kumpul masyarakat, wisatawan, serta para pendaki gunung.
Kapolsek Sembalun, IPTU Lalu Subadri, menegaskan bahwa ancaman Karhutla di kawasan vegetasi kering Rinjani memerlukan kewaspadaan ekstra dari semua pihak. Menurutnya, kesadaran kolektif adalah kunci utama dalam menjaga kelestarian alam Rinjani.
"Kami turun langsung ke lapangan untuk memberikan edukasi dan menyapa para pengunjung serta pendaki di kawasan TNGR. Musim kering seperti saat ini membuat vegetasi sangat rentan terbakar. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat dan wisatawan untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mematuhi aturan keselamatan," ujar IPTU Lalu Subadri saat dikonfirmasi, Selasa (11/8).
Dalam kesempatan tersebut, personel kepolisian menyampaikan serangkaian poin krusial terkait pencegahan Karhutla, antara lain.
Dilarang membuka lahan dengan cara dibakar dengan mengutamakan metode pengolahan tanah tanpa bakar (zero burning).
Bijak mengelola potensi api, ini memastikan tidak membuang puntung rokok sembarangan di area semak kering dan memastikan api benar-benar padam.
Pemberlakuan larangan api unggun. Yang dimaksud, dilarang membuat api unggun maupun pembakaran sampah di area yang rawan memicu kobaran api.
Respons cepat pelaporan. Ini yang paling penting, segera melapor ke Layanan Hotline 110 atau Polsek terdekat jika menemukan titik api atau aktivitas pembakaran liar.
"Prinsipnya sederhana. Mari menjaga alam, agar alam menjaga kita. Kami mengimbau kepada para pendaki untuk menikmati keindahan Gunung Rinjani secara bijak. Utamakan keselamatan, patuhi panduan yang ada, dan pastikan kembali ke rumah dalam keadaan selamat," tambah IPTU Lalu Subadri.
Guna memastikan pesan edukasi ini tersampaikan secara berkelanjutan, Kapolsek Sembalun juga telah berkoordinasi dan memberikan saran strategis kepada pihak Kepala Resort (Kares) TNGR.
Polsek Sembalun menyarankan pemasangan spanduk/banner imbauan serta menyerahkan rekaman suara (voice recorder) berisi imbauan Kamtibmas. Rekaman tersebut nantinya diputar secara berulang di kantor TNGR saat proses registrasi para pendaki.
"Kami menyarankan kepada pihak pengelola TNGR untuk memutar rekaman imbauan ini secara terus-menerus di area registrasi. Harapannya, sebelum para pendaki mulai melangkah naik, kesadaran untuk menjaga Rinjani dari ancaman Karhutla sudah tertanam kuat di pikiran mereka," tegasnya.
Hingga berakhirnya kegiatan patroli dan edukasi Kamtibmas tersebut, kondisi keamanan di sekitar kawasan TNGR Sembalun dilaporkan berjalan dengan aman, lancar, dan tertib.

