![]() |
| Membangun: Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin saat menyapa warga saat hadiri peletakan batu pertama masjid Sulukul Muttaqin, (Foto: Istimewa/MP). |
Dalam sambutannya, Bupati menggarisbawahi pentingnya pemaknaan yang lebih mendalam terhadap kehadiran rumah ibadah di tengah-tengah masyarakat.
“Membangun masjid tidak hanya mendirikan pilar atau tembok semata, melainkan membangun hati manusia, mempererat tali silaturahmi, serta menyediakan tempat untuk mendidik generasi penerus,” tegas Haerul Warisin di hadapan para warga dan tokoh yang hadir.
Ia juga mengingatkan bahwa berpartisipasi dalam memakmurkan dan mendirikan rumah Allah merupakan salah satu tanda utama keimanan seseorang kepada Allah dan hari akhir. Kendati demikian, Bupati mengimbau agar masyarakat turut berkontribusi dalam pembangunan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan finansial masing-masing. Menurutnya, partisipasi dalam beramal dan bersedekah hendaknya dilakukan dengan ikhlas tanpa menimbulkan beban.
Melihat tingginya antusiasme serta gotong royong warga setempat, Bupati optimistis proses pembangunan Masjid Sulukul Muttaqin akan berjalan lancar dan ditargetkan rampung dalam waktu empat hingga lima bulan ke depan. Sebagai bentuk kepedulian dan pelaksanaan wewenang pemerintah daerah, ia berjanji akan menyalurkan bantuan dana untuk mengawal penyelesaian masjid tersebut.
Di samping itu, Haerul Warisin mengutarakan kekagumannya terhadap pesatnya perkembangan arsitektur masjid di tingkat kecamatan hingga pedesaan di Lombok Timur yang kian megah dan indah. Kekaguman ini menjadi pemicu semangat bagi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mempercepat rencana pembangunan kembali Masjid Agung Al-Mujahidin Selong.
Proyek renovasi Masjid Agung tingkat kabupaten tersebut rencananya akan menyerap anggaran hingga Rp50 miliar dalam waktu dekat, dengan konsep desain bernuansa islami yang estetis, indah, dan menyejukkan.
Tidak hanya berfokus pada sarana keagamaan, Bupati Lombok Timur juga menegaskan komitmen Pemda terhadap pembenahan infrastruktur publik, khususnya percepatan pembangunan jalan. Meskipun daerah saat ini tengah dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Pemda Lombok Timur telah merencanakan pengalokasian anggaran khusus untuk pembangunan jalan pada tahun 2027 mendatang.
Rangkaian acara peletakan batu pertama ini diawali dengan pengajian kerohanian yang disampaikan oleh Tuan Guru Tanwil Ahmad. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Camat Pringgasela, Kepala Desa, pengurus masjid, serta jajaran tokoh agama dan masyarakat setempat.

