Kebakaran di Bukit Setampol Hanguskan 127 Hektar Savana, Jalur Pendakian Torean Gunung Rinjani Ditutup Sementara

Rosyidin S
Kamis, September 24, 2026 | 15.18 WIB Last Updated 2026-09-24T07:18:16Z
Karhutla: Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani terpantau masih belum bisa dipadamkan, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), tepatnya di Bukit Setampol Resor Torean, Seksi Pengelolaan Wilayah I hingga saat ini tim gabungan masih berjibaku dan berusaha memadamkan api didalam kawasan tersebut.


Untuk mengantisipasi risiko bahaya dan menjaga keselamatan pengunjung, Balai TNGR mengumumkan secara resmi penutupan sementara jalur pendakian via pintu Torean sejak Rabu (23/9) kemarin.


Peristiwa kebakaran ini pertama kali terdeteksi pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 18.50 WITA. Berdasarkan perkiraan sementara, sekitar 127 hektar area padang savana telah dilalap si jago merah.


Hingga Kamis (hari ini-red), tim gabungan dari Balai TNGR, Manggala Agni, jajaran Polsek, Koramil Bayan, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) masih berjibaku menembus medan sulit demi memadamkan api.


Kepala Balai TNGR, Budhy Kurniawan S.Hut, membenarkan langkah penutupan jalur pendakian tersebut. Pihaknya memprioritaskan keselamatan para pendaki dan efektivitas proses pemadaman di area sekitar lokasi.


"Benar, jalur pendakian Torean kita tutup sementara. Karena hingga hari ini api belum bisa dipadamkan, selain itu demi keselamatan wisatawan yang berkunjung di Gunung Rinjani," ujar Budy, saat ditemui di Sembalun, Kamis (24/9).


Upaya penjinakan api tidak berjalan mudah. Posisi kebakaran berada di lereng-lereng curam dan terjal dengan jarak tempuh yang cukup jauh, sehingga menyulitkan percepatan evakuasi maupun mobilitas alat pemadam.


Di samping itu, lanjutnya strategi pemadaman awal sempat tertahan demi memperhitungkan keselamatan personel dari potensi bahaya pergerakan api pada malam hari.


"Kami menerima laporan kebakaran di kawasan Setampol Resor Torean pada Selasa sore sekitar pukul 18.50 WITA. Menindaklanjuti laporan itu, kami menyiapkan tim pemadaman awal," ungkap Budhy.


Namun, ia menegaskan keberangkatan tim baru dilaksanakan pada Rabu pagi demi menghindari risiko kerja di kegelapan.


"Mempertimbangkan keselamatan personel dan kondisi sudah malam, keberangkatan tim dijadwalkan Rabu pagi. Ini bagian dari respon awal dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas di lapangan," jelasnya.


Guna memperkuat penanganan di lapangan, Balai TNGR terus menerjunkan personel tambahan, termasuk bantuan armada dari Resor Senaru. Teknik pemadaman seperti pembuatan sekat bakar (fire break) serta penyesuaian strategi lereng terus dikaji untuk menahan laju penyebaran api.


"Kami juga memperhatikan keselamatan teman-teman petugas, jadi cara dan teknik pemadaman menyesuaikan dengan kondisi lereng yang terjal dan curam. Keselamatan teman-teman di lapangan tetap menjadi prioritas utama," tambah Budhy.


Mengenai pemicu timbulnya titik api di area Bukit Setampol, pihak TNGR belum memberikan keterangan pasti. Saat ini seluruh jajaran di lapangan masih memfokuskan daya dan upaya pada pemadaman total serta penyisiran sisa-sisa bara api.


"Data luas pasti, penyebab, kondisi vegetasi yang terdampak, serta perkembangan penanganan masih terus diidentifikasi oleh tim. Kami akan terus melakukan pemantauan intensif dan koordinasi berkala terkait perkembangan di wilayah Setampol," pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kebakaran di Bukit Setampol Hanguskan 127 Hektar Savana, Jalur Pendakian Torean Gunung Rinjani Ditutup Sementara

Trending Now