El Nino Diprediksi Memanjang hingga 2027, PMI NTB Bergerak Distribusikan Air Bersih

Panca Nugraha
Rabu, Agustus 05, 2026 | 16.53 WIB Last Updated 2026-08-05T08:59:07Z

El Nino Diprediksi Memanjang hingga 2027, PMI NTB Bergerak Distribusikan Air Bersih.

MANDALIKAPOST.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mengintensifkan operasi tanggap kekeringan menyusul ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dan berdampak pada meningkatnya krisis air bersih di sejumlah wilayah.


Langkah kemanusiaan tersebut ditandai dengan pelaksanaan kick off distribusi air bersih skala provinsi yang digelar di Sekretariat PMI NTB, Kota Mataram, Rabu (5/8). Meski peluncuran program baru dilakukan secara resmi, penyaluran bantuan air bersih sebenarnya telah berjalan sejak sepekan terakhir di sejumlah daerah yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan akses air.


Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PMI NTB, Lalu R. Doddy Setiawan, mengatakan respons cepat tersebut dilakukan berdasarkan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi dampak El Nino 2026 yang dikhawatirkan berlanjut hingga awal 2027.


“Informasi dari BMKG menunjukkan El Nino tahun ini datang lebih cepat, berdurasi lebih lama, dan memicu suhu yang lebih panas. Kondisi ini menjadi perhatian PMI Pusat bersama sejumlah mitra internasional seperti IFRC, American Red Cross, dan Australian Red Cross,” ujarnya.


Berdasarkan hasil pemantauan PMI NTB selama satu pekan pelaksanaan operasi, sebanyak 106.500 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut menjangkau 6.027 jiwa yang tersebar di 20 titik lokasi pada 12 desa dan kelurahan di sembilan kecamatan.


Wilayah yang menjadi prioritas distribusi ditetapkan berdasarkan hasil asesmen bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Saat ini terdapat lima kabupaten yang telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan, yakni Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, dan Kabupaten Bima.


Menurut Doddy, meskipun status yang berlaku masih siaga darurat dan belum meningkat menjadi tanggap darurat, kebutuhan intervensi air bersih harus segera dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap kesehatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar warga.


“Distribusi air bersih ini merupakan program rutin PMI setiap musim kemarau. Kami bergerak baik atas inisiatif sendiri maupun berdasarkan permintaan masyarakat dan pemerintah daerah,” katanya.


PMI NTB juga menyiapkan skema distribusi berkelanjutan mengingat prediksi El Nino yang berpotensi berlangsung hingga tahun depan. Seluruh jaringan PMI di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota telah disiagakan untuk memastikan pelayanan kemanusiaan dapat terus berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.


“Ini adalah kerja kemanusiaan yang dilakukan secara kolektif dalam satu komando PMI Pusat. Selama dampak kekeringan masih dirasakan masyarakat, distribusi air bersih akan terus dilakukan secara berkesinambungan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan,” tegasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • El Nino Diprediksi Memanjang hingga 2027, PMI NTB Bergerak Distribusikan Air Bersih

Trending Now