![]() |
| Humaria: Sekertaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik serahkan penghargaan kepada anak-anak yang berprestasi, (Foto: Istimewa/MP). |
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, saat mewakili Bupati dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat kabupaten yang digelar di Taman Rinjani, Selong, Ahad (9/8).
Dalam sambutannya, Juaini Taofik menekankan pentingnya tumbuh kembang anak yang optimal sebagai fondasi utama pembangunan masa depan daerah. Ia menegaskan bahwa aspirasi dan suara anak harus didengar langsung oleh pimpinan daerah agar dapat diakomodasi ke dalam kebijakan konkret.
"Suara anak harus didengar langsung oleh kepala daerah, bukan sekadar disampaikan kepada kepala OPD. Implementasi program perlindungan anak memerlukan dukungan anggaran serta koordinasi lintas sektor yang kuat," ujar Juaini.
Ia menambahkan, sinergi ini wajib melibatkan berbagai elemen masyarakat dan lembaga formal, mulai dari TP PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), hingga Pengadilan Agama dan instansi terkait lainnya.
Selain isu pembangunan karakter, Sekda juga memberikan peringatan keras terkait maraknya ancaman kekerasan terhadap anak yang meluas hingga ke dunia maya (cyberbullying dan kejahatan siber).
Ia mengungkapkan bahwa ancaman tersebut kini turut melibatkan kelompok terorganisir yang menyasar anak-anak melalui jaringan komunikasi daring.
Guna mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah mengambil langkah responsif dengan menggandeng aparat penegak hukum untuk melacak pergerakan jaringan tersebut.
"Perlindungan anak saat ini membutuhkan kolaborasi yang jauh lebih luas. Pemerintah daerah terus melakukan penelusuran (tracing) bersama aparat penegak hukum, termasuk Densus 88 dan Polres, untuk menangani kelompok terorganisir yang menyerang anak-anak di dunia maya," tegasnya.
Isu krusial lain yang menjadi sorotan dalam peringatan HAN ini adalah pencegahan perkawinan usia anak. Berdasarkan data demografis terbaru, jumlah anak di Lombok Timur mencapai 526.320 jiwa sebuah angka besar yang bahkan melebihi total populasi beberapa kota besar di Indonesia.
Melihat besarnya populasi tersebut, Sekda menginstruksikan upaya pencegahan dari hulu melalui penguatan regulasi, kampanye masif, serta peran aktif Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai teladan di lingkungan keluarga.
"Jumlah anak kita mencapai lebih dari 526 ribu jiwa. Ini adalah tugas besar bersama. Pencegahan perkawinan anak harus dilakukan ke hulu melalui penguatan aturan dan kampanye bersama. ASN juga harus memberi contoh baik dalam keluarga serta mendorong organisasi wanita dan komunitas untuk terlibat aktif," tambah Juaini.
Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Timur, Hj. Ra'yal Ain Warisin, menyampaikan pesan mendalam terkait pola asuh di tingkat keluarga. Ia mengingatkan para orang tua pentingnya pemenuhan gizi, pengawasan media digital, serta ungkapan kasih sayang secara fisik dan emosional.
"Orang tua perlu memberikan kasih sayang yang nyata, seperti ciuman dan pelukan hangat, menyediakan makanan bergizi seimbang, serta bijak mengawasi penggunaan gawai anak agar minat dan bakat mereka berkembang maksimal," tutur Ra'yal.
Di akhir pesannya, Ra'yal mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mempersiapkan generasi muda menuju Visi Indonesia Emas 2045, sembari berpesan kepada para anak untuk selalu menjaga lingkungan sosial yang positif dan menghormati orang tua.
"Titip anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

