![]() |
| Tinjau: Ketua DPR RI, Sari Yuliati langsung turun ke lokasi untuk meninjau area terdampak dan berdialog dengan warga Desa Adat Sade, (Foto: Istimewa/MP). |
Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya 120 bangunan tradisional berbahan kayu, bambu, dan beratap ilalang.
Meskipun tidak ada korban jiwa, reruntuhan rumah adat tinggal puing hingga warga sibuk mengais sisa barang berharga pada Minggu (23/8).
Mendengar kabar duka tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati langsung turun ke lokasi untuk meninjau area terdampak, berdialog dengan warga, serta memantau posko kesehatan dan pembersihan material sisa kebakaran.
Dalam kunjungannya, Sari menyerahkan bantuan modal awal berupa uang tunai sebesar Rp 200 juta dan 100 paket sembako, seraya memastikan skema revitalisasi dari pemerintah pusat.
"Saya sudah berkoordinasi agar revitalisasi pembangunan di Desa Adat Sade dapat segera dilakukan. Ini bukan sekadar musibah bagi satu desa, tetapi duka bagi kita semua," ujar Sari Yuliati saat memberikan keterangannya di lokasi kejadian.
Respons cepat dari pimpinan DPR RI ini mendapat apresiasi dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Rambitan, Lalu Winakse, menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan kepada warganya.
"Terima kasih kepada Ibu Sari yang turun langsung menyapa warga dan memberikan bantuan uang serta sembako. Kehadiran beliau memberi semangat bagi warga," tutur Lalu Winakse.
Winakse menceritakan, api mulai terlihat membesar sekitar pukul 22.00 WITA. Saat kejadian, pihak desa langsung bergerak mengevakuasi warga dan berkoordinasi dengan aparat keamanan serta tim pemadam kebakaran.
Proses pemadaman berlangsung intensif hingga Minggu pagi. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lombok Tengah, Supardan, mengonfirmasi pengerahan armada ke lokasi walau sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur utama Sengkol–Mandalika.
"Petugas sudah menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan pemadaman," jelas Supardan.
Sementara itu, Kepala BPBD Lombok Tengah, Ridwan Maruf, menjelaskan bahwa proses pendinginan masih terus dilakukan bersama tim gabungan TNI-Polri dan masyarakat guna memastikan tidak ada kobaran api susulan.
"Hingga pagi hari ini petugas masih memadamkan kepulan asap sisa kebakaran. Mobil tangki air juga diturunkan untuk membantu proses pendinginan," kata Ridwan Maruf.
Terkait pemicu kebakaran yang menghanguskan sebagian besar kawasan adat tersebut, pihak berwenang masih melakukan pendalaman.
"Apakah akibat arus pendek listrik atau faktor lain, masih dalam penyelidikan," tambah Ridwan.
Masyarakat Desa Adat Sade kini berharap proses pemulihan dan revitalisasi permukiman tradisional dapat segera terealisasi. Langkah ini dinilai krusial agar kehidupan warga lokal serta denyut pariwisata budaya di Lombok Tengah dapat kembali bangkit.

