![]() |
| Swasembada: Panen Raya Bawang Putih di Kaki Gunung Rinjani yang digelar oleh Kapolri bersama Ketua Komisi IV DPR RI beserta Menteri Pertanian dan Menteri Ketahanan Pangan, (Foto: Istimewa/MP). |
Untuk mendukung hal tersebut, Kapolri bersama Pejabat Utama (PJU) Polri, Komisi IV DPR RI, Menteri Pertanian, dan Menteri Ketahanan Pangan menggelar acara tanam bawang putih serentak yang dirangkai dengan panen raya di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pada kesempatan yang sama, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) mempertegas komitmennya dalam mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional. Melalui sinergi bersama pemerintah daerah, akademisi, dan petani lokal, Polda Sumsel memelopori gerakan penanaman bawang putih di wilayah Kabupaten Muara Enim serta beberapa polres jajaran.
Langkah strategis ini disampaikan langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan, Irjen. Pol. Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., dalam laporan resminya kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Menteri Pertanian, Menteri Ketahanan Pangan, serta Ketua Komisi IV DPR RI dalam acara penanaman serentak di 14 Polda se-Indonesia.
Kegiatan yang dipusatkan di Sembalun pada Rabu, 19 Agustus 2026 tersebut diikuti Kapolda Sumsel secara virtual dari Desa Gunung Agung, Kecamatan Semendo Darat Tengah, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.
Dalam laporannya, Kapolda Sumsel menyampaikan bahwa total potensi lahan yang disiapkan untuk budidaya bawang putih di wilayah Sumatera Selatan mencapai 81 hektar. Khusus pada periode penanaman kali ini, pemanfaatan lahan dilakukan seluas 9,6 hektar dengan mendistribusikan bibit sebanyak 7,7 ton dari total alokasi 44,7 ton.
"Pada kesempatan tanam kali ini, kami memanfaatkan lahan seluas 9,6 hektar dengan menggunakan bibit sebanyak 7,7 ton dari total 44,7 ton varietas Sangga Sembalun, Lumbu Hijau, dan Lumbu Putih, serta melibatkan 113 petani dari 14 kelompok tani," ujar Kapolda Sumsel dalam laporannya secara virtual.
Sesuai dengan arahan Kementerian Pertanian, budidaya bawang putih membutuhkan karakteristik wilayah dataran tinggi. Oleh karena itu, penanaman di wilayah Polda Sumsel disebar di lima polres jajaran yang memenuhi syarat geografis tersebut, yakni Polres Muara Enim (potensi lahan 20 hektar), Polres Pagar Alam (21 hektar), Polres Lahat (15 hektar), Polres OKU Selatan (15 hektar), dan Polres Empat Lawang.
Dari seluruh rangkaian penanaman ini, Polda Sumsel menargetkan total hasil panen mencapai 810 ton yang diproyeksikan akan dipanen pada bulan November 2026. Program ini diharapkan mampu menyumbang hasil panen yang signifikan guna memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun nasional.
"Pada kegiatan ini diproyeksikan menghasilkan panen sebanyak 810 ton, yang insyaallah akan dipanen pada bulan November 2026," lanjut Kapolda.
Keberhasilan gerakan menuju swasembada ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Polda Sumsel mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sumatera Selatan, Dinas Pertanian, akademisi Universitas Sriwijaya (Unsri), Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Sumsel, serta tokoh pemuda dan masyarakat setempat sebagai wujud nyata pembangunan di Sumatera Selatan.
"Kami juga berkomitmen untuk terus melanjutkan program-program nasional seiring dengan mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui swasembada bawang putih," tegasnya.
Kendati potensi perluasan lahan di Bumi Sriwijaya masih sangat terbuka lebar, Kapolda Sumsel menggarisbawahi tantangan utama yang dihadapi para petani di lapangan, yakni lonjakan harga dan keterbatasan ketersediaan bibit bawang putih.
Potensi lahan di Sumatera Selatan masih sangat terbuka dan siap bertambah seiring dengan program pangan bawang putih di Indonesia. Namun, pihaknya menghadapi kendala berupa pasokan dan harga bibit bawang putih.
"Pada awal Agustus kami berkoordinasi dengan dinas terkait dan berhasil mendapatkan bibit dari Lampung, Karanganyar, Temanggung, Batu Malang, maupun dari Sembalun sendiri," tuturnya.
"Di awal Agustus harganya masih Rp36.000 per kilo, seminggu berikutnya naik menjadi Rp45.000, dan tadi malam naik lagi menjadi Rp55.000," ungkap Kapolda seraya berharap adanya kemudahan akses bantuan bibit dari Kementerian Pertanian.
Melalui sinergi berkelanjutan antara Polri, pemerintah, dan kelompok tani, Sumatera Selatan optimistis dapat menekan ketergantungan impor dan mengokohkan pilar Swasembada Bawang Putih nasional dari bumi Sumatera.

