Atasi Stunting di Sakra, Perum Bulog Salurkan Ribuan Kilo Beras Fortivit dan Pendampingan Gizi

Rosyidin S
Kamis, September 10, 2026 | 21.59 WIB Last Updated 2026-09-10T13:59:34Z
Bantuan: Perum Bulog Lombok Timur berikan bantuan kepada anak terindikasi stunting di Kecamatan Sakra, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com — Perum Bulog mengucurkan bantuan pangan bergizi tinggi melalui program "Bulog Peduli Gizi" guna menekan angka stunting di Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Sebanyak 155 anak terindikasi stunting menerima bantuan total 4,65 ton beras Fortivit, 13.250 kotak susu UHT, serta 155 unit penanak nasi (magic com).


Program intervensi stunting ini dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan ke depan secara berkelanjutan. Setiap bulannya, keluarga sasaran akan menerima pasokan beras Fortivit dan susu, yang dibarengi dengan pendampingan intensif dari tim kesehatan lokal.


Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Dhana Putra Prasetya, menjelaskan bahwa pemilihan Kecamatan Sakra didasari hasil survei internal yang mengidentifikasi wilayah tersebut sebagai salah satu kantong stunting di Lombok Timur. Langkah ini juga menjadi strategi memanfaatkan kedekatan lokasi gudang Bulog agar penanganan berdampak langsung pada masyarakat sekitar.


"Kegiatan ini rutin kami lakukan dengan menyasar beberapa titik di Indonesia. Dan hari ini kita menyasar anak-anak di Lombok Timur, di Kecamatan Sakra," ujar Dhana pada Kamis (10/9).


"Kita ingin mulai dari sekitar Bulog dulu, nanti setelah itu kita akan lanjutkan ke yang lebih luas lagi. Kita akan terus melakukan pemantauan, dan tiga bulan ke depan, kami akan turun kembali melihat dampak program ini," tambahnya.


Dhana memaparkan, beras Fortivit dirancang khusus dengan tambahan multivitamin dan mineral yang telah diuji laboratorium sesuai standar Kementerian Kesehatan. Formula ini dibutuhkan untuk memastikan progres tumbuh kembang balita berjalan optimal. Beras Fortivit diproduksi berdasarkan pesanan khusus (by order) dari pemerintah daerah untuk intervensi stunting dengan kisaran harga Rp16.000 hingga Rp19.000 per kilogram.


"Beras Fortivit sebenarnya tidak jauh berbeda dengan produksi beras premium pada umumnya. Hanya saja, ada tambahan proporsi mineral dan vitamin di dalamnya," terang Dhana.


"Anak-anak yang menjadi sasaran memiliki kondisi khusus, sehingga asupan yang diberikan pun harus khusus. Dikhawatirkan jika hanya menggunakan beras biasa, asupan serta progres selama tiga bulan ke depan tidak bisa optimal," tegasnya.


Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyambut baik inisiatif tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Lotim, Lalu Aries Fahrozi, menyebut intervensi ini menjadi angin segar di tengah upaya daerah menekan prevalensi stunting yang tercatat mencapai 25 persen berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2025.


Aries menyoroti bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya berfokus pada pemenuhan nutrisi, melainkan juga harus menyentuh faktor pola asuh dan kondisi medis anak. Oleh karena itu, penyaluran bantuan ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para balita.


"Apa yang dilakukan oleh Perum Bulog hari ini bagian dari ikhtiar kita dan tentu kita sangat berterima kasih kepada Bulog yang telah membantu Pemkab Lotim untuk mengatasi stunting, khususnya di Sakra," kata Aries.


"Masalah stunting tidak hanya disebabkan oleh asupan gizi, tapi ada variabel lain seperti pola asuh dan riwayat penyakit yang mempengaruhi penyerapan gizi pada anak. Di samping mendapatkan asupan gizi yang baik, kita pastikan bahwa kondisinya memang baik untuk menyerap gizi yang kita berikan," pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Atasi Stunting di Sakra, Perum Bulog Salurkan Ribuan Kilo Beras Fortivit dan Pendampingan Gizi

Trending Now