![]() |
| Wisuda: Menteri ATR/BPN RI, Nusron Wahid saat menyerahkan ijazah secara simbolis kepada wisudawan, (Foto: Istimewa/MP). |
Momen ini menjadi catatan sejarah penting karena merupakan wisuda perdana sejak Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) bertransformasi menjadi Politeknik Agraria STPN. Perubahan bentuk ini diharapkan mampu memperkuat pendidikan vokasi dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan siap menghadapi tantangan di sektor agraria, pertanahan, serta tata ruang.
Dalam amanatnya, Menteri Nusron menekankan pentingnya moralitas dan profesionalisme bagi para lulusan yang akan terjun langsung menangani isu-isu krusial pertanahan di tengah masyarakat.
"Di mana pun Saudara bekerja, integritas harus dijaga. Saudara akan berhadapan dengan tanah yang menyangkut kehidupan masyarakat, tempat tinggal, mata pencaharian, investasi, pembangunan, bahkan masa depan keluarga. Karena itu, pekerjaan di bidang pertanahan dan agraria membutuhkan tanggung jawab moral yang sangat besar," tegas Nusron.
Nusron menambahkan bahwa kebutuhan SDM di sektor ini tidak hanya berpatokan pada penguasaan teknis dan teknologi semata, tetapi juga pada keteguhan sikap moral.
"Kita membutuhkan SDM yang memahami persoalan pertanahan secara utuh, menguasai teknologi, mampu bekerja secara profesional, dan yang paling penting, memiliki integritas," lanjutnya.
Rangkaian acara ditandai dengan penyerahan ijazah secara langsung oleh Menteri Nusron bersama Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan. Prosesi dilanjutkan dengan pelepasan atribut ketarunaan serta penyerahan Kartu Anggota Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi (KAPTI) Agraria sebagai tanda resminya para graduates bergabung ke dalam ikatan alumni.
Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, mengapresiasi seluruh perjuangan akademis para lulusan hingga berhasil menuntaskan masa studi di momen bersejarah ini.
"Kelulusan hari ini merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, dan perjuangan yang telah dilalui selama menempuh pendidikan. Kami berharap para lulusan dapat membawa ilmu dan kompetensi yang diperoleh untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang," ujar Sri Yanti Achmad.
Pada kelulusan kali ini, predikat wisudawan terbaik diraih oleh tiga taruni tugas belajar, yaitu: 1. Susana Nadia Putri Betan (Utusan Kanwil BPN Provinsi NTT) dengan IPK 3,94, 2. Novita Ayu Kustianingsih (Utusan Kanwil BPN Provinsi Riau) dengan IPK 3,91, dan yang ke 3. Ni Luh Putu Ananda Pertiwi (Utusan Kanwil BPN Provinsi Lampung) dengan IPK 3,90.
Acara wisuda ini turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN, Sekretaris Daerah Provinsi D.I. Yogyakarta, Kepala Kanwil BPN dari seluruh Indonesia, serta para orang tua dan keluarga lulusan.

