![]() |
| Pelepasan: Para Mahasiswa dan mahasiswi ikut pembekalan Kuliah Kerja Nyata Tahun 2026, (Foto: Istimewa/MP). |
Kegiatan pelepasan ini dihadiri oleh Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, para dekan, ketua program studi, serta seluruh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang akan mendampingi para mahasiswa selama masa pengabdian.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIH Pancor, Abdul Hadi, M.A., dalam sambutannya menjelaskan bahwa KKN tahun ini difokuskan di wilayah Pulau Lombok dengan mengusung tema "Islam Wasathiyah, Ekoteologi, dan Partisipasi Aktif Mahasiswa".
Ia menegaskan bahwa penetapan tema tersebut bertujuan agar para peserta KKN memiliki arah dan misi yang jelas saat berbaur dengan warga.
"Tema tersebut dipilih agar mahasiswa memahami misi mereka di tengah masyarakat, yakni membawa nilai kepedulian sekaligus merancang program yang relevan dengan temanya," ujar Abdul Hadi.
Sementara itu, Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, menegaskan bahwa KKN merupakan kewajiban akademik yang wajib ditempuh oleh seluruh mahasiswa tanpa terkecuali. Oleh sebab itu, seluruh peserta diimbau untuk menjalankannya dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab.
Dalam pengarahannya, Abdul Hayyi membeberkan empat kunci utama keberhasilan mahasiswa dalam menjalankan program KKN di lapangan. Membawa hati yang lapang untuk menerima rekan kelompok dan kondisi lokasi KKN.
Membawa pikiran yang baik dan senantiasa positif. Menjaga akhlak serta perilaku mulia selama berada di masyarakat.Memegang teguh prinsip untuk banyak memberi dan menebar manfaat.
"Mahasiswa IAIH Pancor adalah duta kampus di tengah masyarakat. Jaga nama baik itu dengan sungguh-sungguh," pesan Dr. H. Abdul Hayyi Akrom di hadapan ratusan mahasiswa.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor II IAIH Pancor, TGH. Hudatullah, M.A., mengimbau para peserta agar mengedepankan etika dan tata krama selama masa pengabdian.
"Jaga akhlak selama berada di tengah masyarakat agar kehadiran mahasiswa benar-benar memberi kesan dan dampak yang positif bagi warga setempat," ungkap TGH. Hudatullah.
Dengan bekal dan pesan yang diberikan, 400 mahasiswa IAIH Pancor siap diterjunkan ke berbagai desa di Pulau Lombok untuk merealisasikan program-program kerja unggulan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

