Dirawat di RSUP NTB, Balita asal China Dinyatakan Tidak Terpapar Corona

MandalikaPost.com
Selasa, Januari 28, 2020 | 22.04 WIB Last Updated 2020-01-28T14:04:06Z
Dirut RSU Provinsi NTB, dr H Hamzi Fikri bersama Kadikes NTB dr Nurhandini Eka Dewi saat menyampaikan keterangan pers, di Kantor Gubernur NTB.

MATARAM - Seorang balita asal China yang dirawat di RSU Provinsi NTB, tidak terpapar Virus Corona. Pemerintah NTB menyatakan wilayah NTB masih terbebas dari virus tersebut.

"Memang ada pasien (balita) berkebangsaan China, umur 1,5 tahun yang dirawat. Namun indikasinya hanya bakteri, bukan virus (Corona)," kata Direktur Utama RSU Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, dalam konferensi pers Selasa (28/1) di Mataram.

Konferensi pers dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, didampingi Kadiskominfotik, I Gede Putu Aryadi, dan Kadikes NTB dr Nurhandini Eka Dewi digelar Pemprov NTB untuk memastikan bahwa NTB masih aman dari paparan virus Corona.

Hamzi Fikri menjelaskan, berdasarkan riwayat perjalanan, balita yang dirawat berasal dari Henan, China, bersama orangtuanya berwisata ke Bali pada 17 Januari.

Kemudian 21 Januari pasien bersama keluarganya itu menuju Lombok dengan menggunakan fastboat dan menginap di kawasan Senggigi, Lombok Barat.

"Pasien mengeluh panas pada tanggal 26 Januari 2020. Dan pasien mengeluh tidak mau makan dan sakit tenggorokan," jelasnya.

Kemudian lanjutnya, tanggal 27 Januari pukul 13.30 Wita pasien tersebut dibawa oleh orang tuanya ke RSUP NTB. Di rumah sakit katanya, pasien langsung dilakukan assessment oleh para dokter.

Berdasarkan pertimbangan dokter, pasien tersebut kemudian dirawat di ruang isolasi. Sebab, pasien tersebut berasal dari negara yang dikonfirmasi terjangkit virus corona.

"Ini dilakukan untuk memantau penyakit dan sebagai langkah antisipasi, kami telah menangani pasien tersebut sesuai dengan standar medis yang ada," kata Hamzi.

Namun dalam pemeriksaan medis, tidak ditemukan virus Corona.

Hal itu juga dipertegas oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan Respirologi Anak, dr. Sang Ayu K. Indriyani, yang merawat pasien tersebut.

Berdasarkan hasil pantauannya selama dua hari ini, kondisi pasien tersebut semakin membaik. Meski demam, batuk dan radang tenggorokan, namun kesehatan anak tersebut berangsur membaik. Berbeda dengan virus corona, yang kondisi kesehatan pasien membutuhkan penanganan khusus.

"Semua hasil penanda infeksi, dari darah ya, sejauh ini tidak mengarah ke arah corona, namun ke arah bakteri," jelas dr Ayu.

Untuk penanganan medis jelasnya, tim dokter telah melakukan pemeriksaan darah. Termasuk melakukan foto Rontgen. Hasilnya ditemukan radang paru namun masih ringan.

Meski demikian, pihaknya bersama tim dokter tetap melakukan pengawasan. Sehingga pasien tersebut benar benar tertangani dengan baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Nurhandini Eka Dewi  menjelaskan, sejumlah langkah antisipatif sudah dilakukan untuk antisipasi virus Corona.

Salah satunya dengan menempatkan thermoscan di pelabuhan dan bandara pintu masuk ke NTB.

Eka juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan. Yaitu dengan mencuci tangan menggunakan sabun setiap hari, memakai masker serta mengkonsumsi makanan yang sehat. (*)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dirawat di RSUP NTB, Balita asal China Dinyatakan Tidak Terpapar Corona

Trending Now