Iklan BNS

Hingga 29 Maret Tercatat Hanya 2 Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di NTB

MandalikaPost.com
Minggu, Maret 29 | 18.07 WIB
Kepala Dinas Kominfotik NTB, I Gede Putu Aryadi. (Ist)

MATARAM - Meski secara nasional jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mengalami peningkatan, namun tidak terjadi peningkatan di Provinsi NTB.

Hingga Minggu (29/3) jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi NTB tercatat hanya dua kasus, yang sudah diumumkan pekan lalu sebagai Pasien 01-NTB dan 02-NTB.

"Data nasional memang mengalami peningkatan, tapi untuk NTB kasus positif Covid-19 tetap 2 kasus, yang dirawat intensif di RSUD Provinsi NTB," kata Kepala Dinas Kominfotik NTB, I Gede Putu Aryadi, Minggu (29/3) di Mataram.

BACA JUGA : Update Covid-19 Nasional : 1.285 Kasus, 114 Meninggal, 64 Sembuh


Data perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi NTB bisa diakses masyarakat melalui website Covid-19 NTB.

Aryadi memaparkan, hingga Minggu (29/3) , data jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara komulatif sebanyak 938 orang. Dari jumlah itu yang sudah lepas dari pemantauan sebanyak 230 orang, sehingga masih ada sebanyak 708 orang dalam status ODP.

Data yang sama menyebutkan, jumlah Pasien Dalam Perawatan (PDP) di NTB secara komulatif tercatat sebanyak 43 orang. Dari jumlah itu, yang sudah selesai pengawasan sebanyak 19 orang, sehingga tersisa 24 kasus PDP.

Aryadi menjelaskan, data ODP dan PDP yang dirangkum setiap hari itu berbasis laporan dari Fasilitas Kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan telah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi NTB

Orang Dalam Pemantauan (ODP) ialah orang dengan gejala demam (>38°C) atau ada riwayat demam atau ISPA tanpa Pneumonia dan memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ialah orang yang mengalami gejala demam (>38°C) / riwayat demam, ISPA dan Pneumonia ringan hingga berat, serta memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 14 hari terakhir.

Aryadi mengatakan, jumlah ODP meningkat karena Pemerintah Provinsi NTB, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTB, dan sinergitas antar Pemda Kabupaten/Kota melakukan pengetatan dan peningkatan kewaspadaan di sejumlah pintu masuk.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah juga sudah menerbitkan maklumat tentang kewajiban isolasi diri bagi warga masyarakat dari luar NTB atau luar negeri yang masuk ke wilayah NTB.

BACA JUGA : Gubernur NTB Terbitkan Maklumat Isolasi Diri

"Jadi standar protokolnya memang begitu. Mereka yang datang dari luar daerah atau luar negeri diperiksa, dan kalau ada riwayat bepergian ke daerah terpapar maka akan masuk dalam status ODP karena harus dipantau. Ini menyebabkan jumlah ODP meningkat, tapi ODP bukan pasti positif," katanya.

Aryadi mengatakan, saat ini Pemprov NTB terus berupaya meminimalisir penyebaran Covid-19 di wilayah NTB. Edukasi, sosialisasi dan penyemprotan disinfektan juga terus dilakukan bersama dengan Pemda Kabupaten dan Kota di NTB.

Menurutnya, yang paling penting adalah partisipasi masyarakat untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah. Terutama dalam hal penerapan sosial distancing, menerapkan pola hidup sehat, dan menghindari kerumunan orang dalam jumlah banyak.

"Jadi peran masyarakat juga sangat dibutuhkan. Perlu kesadaran bersama untuk memerangi penyebaran Covid-19 ini," katanya.

BACA JUGA : Jangan "Pagah" di Tengah Covid-19, Sayangi Wayah-Wayah dan Balita Kita

Ia juga mengimbau masyarakat agar bisa mengakses informasi dari kanal-kanal resmi pemerintah, untuk mencegah kepanikan karena hoax dan informasi yang tidak jelas sumbernya.

Pemerintah Provinsi NTB menyediakan laman resmi Satgas Pemerintah Provinsi NTB Penanganan Covid-19 :


Layanan Hotcall penanganan penyebaran Pendemik Covid-19 di NTB, bisa hubungi telepon berikut :



Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Hingga 29 Maret Tercatat Hanya 2 Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di NTB

Trending Now

Iklan