Demam Berdarah Masih Mengancam di NTB

MandalikaPost.com
Senin, Oktober 19, 2020 | 22.50 WIB Last Updated 2020-10-19T14:50:27Z

Kadikes NTB dr Nurhandini Eka Dewi.

MATARAM - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih mengancam terlebih disaat musim penghujan di wilayah Provinsi NTB. Hingga kini Jumlah warga yang terserang penyakit ini cukup tinggi.


Data Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi NTB, jumlah orang yang terkena DBD hingga saat ini mencapai 4.319 orang yang tersebar di kabupaten/Kota.


"Total sampai hari ini jumlah kasus DBD 4.319, dan sampai September meninggal 13 orang. Terbanyak kasus DBD yang meninggal masih di Lombok Barat, Kota Mataram dan Lombok Timur," kata Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Nurhandini Eka Dewi, Senin (19/10) di Mataram.


Eka menjelaskan, angka kematiannya hanya 13 termasuk rendah jika dibandingkan dengan tahun- tahun sebelumnya.


"Di satu sisi kita (menghadapi) Covid-19 di satu sisi waspada DBD. Jadi masyarakat harus tetap waspada dengan cara melakukan gerakan 3M, yakni menguras, menutup dan mengubur tempat-tempat yang diduga bersarangnya nyamuk penyebab DBD," katanya.


Eka menyebutkan, pada bulan Agustus hingga September jumlah kasus DBD bertambah sekitar 300-an kasus di daerah Kabupaten/Kota di Provinsi NTB.


Reporter : Ariyati Astini

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Demam Berdarah Masih Mengancam di NTB

Trending Now