Iklan BNS

Diberi Nama #SandiagaUno dan #SittiRohmi, Dua Pohon Langka Ditanam di Desa Sade

MandalikaPost.com
Kamis, Maret 18 | 17.10 WIB
Pohon Kesambi yang mulai langka./Ilustrasi

LOMBOK TENGAH - Dinas Pariwisata Provinsi NTB menanam dua bibit pohon jenis Kesambi (Schleichera oleosa) dan Asam (Tamarindus indica) di Desa Wisata Sade, Lombok Tengah. Uniknya, pohon langka tersebut diberi nama dengan tagar Menparekraf #Sandiaga Uno untuk pohon jenis Asam, dan Wakil Gubernur NTB #SittiRohmi untuk pohon jenis Kesambi.


Penanaman dua bibit pohon langka dilakukan Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Moh Faozal bersama Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah, Rabu sore (17/3) di Desa Wisata Sade, Lombok Tengah, usai kegiatan Kick Off Revitalisasi Toilet Destinasi Unggulan Kemenparekraf.


BACA JUGA : Kemenparekraf Kick Off Revitalisasi Toilet Destinasi Unggulan 


Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Lalu Moh Faozal mengatakan, penanaman bibit pohon Asam dan Kesambi di Desa Tradisional Sade sebagai penguat konsep pariwisata berkelanjutan yang salah satunya mendorong pelestarian lingkungan.


"Ya semangatnya agar pariwisata kita benar-benar eco friendly dan menjadi pariwisata berkelanjutan. Untuk pohon Asam kita berinama pak Menparekraf, Sandiaga Uno dan untuk pohon Kesambi kita berinama bu Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah," kata Faozal.


Kadispar NTB H Lalu Moh Faozal bersama Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah di Desa Wisata Sade, Lombok Tengah.

Ia mengatakan, dipilihnya asam dan kesambi karena dua jenis pohon ini sudah terkategori pohon yang mulai langka. Padahal selain manfaat dan kegunaannya, makna filosofis dari pohon asam dan kesambi sangat menarik.


BACA JUGA : Lirik dan Makna Lagu Kadal Nongak, Kearifan Lokal Masyarakat Lombok


Menurutnya, penanaman pohon asam dan kesambi ini nantinya akan dilakukan juga di destinasi wisata lainnya yang ada di NTB.


"Harapannya pohon asam dan kesambi sebagai pohon yang rimbun dan meneduhkan bisa juga mempercantik destinasi wisata kita dan menjadi ikon pelestarian lingkungan," katanya. 


Secara filosofi, dalam budaya Jawa, pohon asam kerab menjadi inspirasi seni. Sedangkan di Lombok, pohon Kesambi juga menginisiasi lagu tradisional Sasak berjudul Kadal Nongak Lek Kesambi.


"Pesan kuatnya agar pembangunan pariwisata kita ke depan tetap mempertahankan kearifan lokal, dan juga memperhatikan aspek lingkungan," kata Faozal.


Penanaman pohon Asam dan Kesambi yang diberi nama Menparekraf #SandiagaUno dan Wagub NTB #SittiRohmi, juga disampaikan Kadispar NTB Lalu Moh Faozal saat berdialog dengan Menparekraf Sandiaga Uno dalam video conference saat peluncuran Revitalisasi Toilet Destinasi Unggulan.


"Semangat bu Wagub NTB dan pak Kadispar NTB, semoga apa yang dilakukan bisa menjadi inspirasi untuk pariwisata kita yang berkelanjutan," ujar Menparekraf Sandiaga Uno.


Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah mengatakan, penanaman pohon Sandiaga Uno dilakukan sebagai apresiasi atas perhatian serius Menparekraf Sandiaga Uno untuk pengembangan pariwisata di Lombok Tengah dan NTB secara umum.


"Terimakasih pak Menteri (Parekraf) yang sudah begitu keras bekerja untuk pariwisata kita," kata Nursiah saat video conference dengan Menparekraf Sandiaga Uno.


Nursiah juga menyampaikan kunjungan Menparekraf Sandiaga Uno beberapa waktu lalu ke kawasan Mandalika dan sejumlah destinasi penyangga, sudah menumbuhkan semangat kembali bagi pelaku wisata dan ekonomi kreatif, UMKM di Lombok Tengah.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Diberi Nama #SandiagaUno dan #SittiRohmi, Dua Pohon Langka Ditanam di Desa Sade

Trending Now

Iklan