Iklan BNS

Kontrak Istri Simpanan Selesai, Neng Bella Pulang Kampung

MandalikaPost.com
Senin, April 5 | 15.47 WIB
Ilustrasi kawin kontrak.

MATARAM - Fenomena nikah kontrak atau kawin kontrak diduga banyak terjadi meski di masa pandemi. Semakin besar maharnya, semakin mirip barbie kecantikan "istri sewaan".


Menenteng sebuah koper berukuran sedang, Neng Bella - sebut saja namanya begitu, bertolak dari kawasan Cakranegara, Mataram menuju Bandara Lombok di Lombok Tengah, NTB.


Minggu sore (4/4), wanita 25 tahun kelahiran Garut ini, harus pulang kampung. Menggunakan pesawat berekor kemerahan dari Bandara Lombok menuju Jakarta, untuk kemudian melanjutkan perjalanannya ke Bandung.


"Pulkam sekalian ramadhan-an di kampung lah. Kontrak itunya juga sudah selesai. Nanti ke Lombok lagi habis lebaran, kalau ada yang masih butuh juga sih," kata Bella, Sabtu malam (3/4) kepada Mandalika Post, di Mataram.


Kontrak dimaksud Bella ialah kawin kontrak. Perjanjian tidak tertulis, namun biaya tranfers yang memperkuat.


Bella berada di Lombok selama 3,5 bulan, sejak akhir Desember 2020. Sarjana psikologi sebuah Perguruan Tinggi Swasta di Bandung ini, mengaku baru pertama kali menjalani kawin kontrak.


"Suami"nya berinisial K, seorang pengusaha separuh baya, yang tinggal dan menjalankan bisnisnya di Bali, tetangga Lombok.


"Kontraknya 3 tahun, dealnya tiap bulan Rp25 juta. Paling dia ke Lombok dua minggu sekali," kata Bella.


K ialah pengusaha bidang kelautan dan perikanan. Sudah punya dua istri, di Denpasar dan Jakarta. Tapi demi kepuasan, K masih menambah Bella yang siap sedia di Lombok, NTB. 


"Kenalnya di Bali. Terus ditawarin nikah kontrak, ya karena memang butuh duit, oke aja lah," ujarnya.


Selama di Mataram, Bella tinggal di sebuah Kos-Kosan Elit di Cakranegara, Mataram.   


Bela berujar, ia bukan satu-satunya. Ada beberapa rekan seprofesi yang ia temui di Mataram dan sekitarnya.


Ia juga bercerita tentang Chika, tetangganya di Bandung yang ternyata juga menjalani kontrak di Lombok. Tanpa sengaja, Bella bertemu Chika di sebuah cafe di Lombok Epicentrum Mall, awal Februari lalu.


Berbeda dengan Bella, Chika bekerja diorganisir. Meski kecantikan dan kemolekan tubuh keduanya hampir setara, namun tarif Chika lebih tinggi.


"Tarifnya tergantung kesepakatan biasanya. Tapi umumnya ya itu, diatas Rp25 juta per bulan. Chika malah Rp40 juta perbulan," kata Bella.


Tak banyak diceritakan Bella tentang "suami" Chika. Tapi seingat Bella, ia sempat bertemu saat bertemu Chika di Mataram.


"Tampangnya kayak pejabat gitu, perut agak buncit, juga sudah agak tua. Tapi mungkin juga pengusaha sih, aku nggak banyak tanya-tanya. Nggak enak, itu kan privasinya," ujarnya.


Kontrak Bella dengan pengusaha K sudah berakhir akhir Maret. Selama tiga tahun menjadi istri simpanan, Bella sudah bisa banyak menabung dan merenovasi rumah  orangtuanya di Bandung.  (Bersambung)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kontrak Istri Simpanan Selesai, Neng Bella Pulang Kampung

Trending Now

Iklan