Diversifikasi Keamanan Pangan Penting dalam Pengembangan Agro Wisata di Rinjani

Rosyidin
Minggu, Januari 30, 2022 | 10.26 WIB Last Updated 2022-01-30T13:30:16Z
Sosialisasi diversifikasi pangan di Sembalun, Lombok Timur.

MANDALIKAPOST.com - Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Mataram, melakukan kegiatan sosialisasi diversifikasi dan keamanan pangan untuk pengembangan agro wisata di Desa Sembalun Bumbung dan Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. Sabtu (28/1)


Kegiatan tersebut di hadiri oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Forkompincam Kecamatan Sembalun bersama sejumlah elemen masyarakat dan petani setempat. Berlangsung di Lumbung Pangan Lestari Sembalun Bumbung. 


Dosen pembimbing lapangan KKN Universitas Mataram, Prof M.Sarjan, menyampaikan dalam sambutannya. Tema kegiatan sosialisasi ini merupakan hasil kolaborasi dengan pembimbing KKN beserta mahasiswa KKN di dua desa yakni, Desa Sembalaun Bumbung dan Sembalun Lawang berdasarkan kondisi di lapangan. 


"Saya sebagai dosen pembimbing lapangan, mendiskusikan hal itu bersama anak anak KKN di dua Desa ini. Membuat program yang sama, dengan tema terintegrasi saat ini," kata M Sarjan. 


Menurut Sarjan, semua Desa di wilayah tersebut memiliki kepentingan terkait tema diversifikasi ini. Tujuannya untuk bagaimana cara menghubungkan antara pangan dan pariwisata.


"Mengingat Sembalun saat ini, salah satu daerah pariwisata. Termasuk pemasok sayur mayur di NTB," ujar Sarjan.


Untuk itulah, lanjutnya, sangat penting juga di perhatiakan secara khusus maupun tindakan yang harus dilakukan oleh masyarakat. Yakni, terkait sumber alam yang di hasilkan oleh daerah setempat untuk di kelola menjadi makanan siap saji. 


"Semua orang yang datang ke Sembalaun, selalu terkagum kagum melihat alam dan agrowisatanya. Bahkan pemerintah Pusat menjadikan Sembalaun, salah asatu Kawasan Sterategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan daerah wisata terbaik," tutur Sarjan. 


Disayangkan, kata Sarjan lebih lanjut. Para wisatawan yang datang ke Sembalun hanya sebagai penikmat alam saja. Seharusnya wisatawan ini bisa menikmati kuliner khas daerah setempat, agar wisatawan bukan hanya sekali datang ke Sembalun.


Melalui ketersediaan pangan, yang diversifikasi diharapkan wisatawan memiliki banyak pilihan bukan hanya wisata alamnya. Karena wisatawan dimana saja di dunia saat ini, berbicara masalah pariwisata yang terimplikasi ke kuliner. 


"Seharunya orang datang kesini (Sembalun-red), menikmati wisata alam sekaligus kulinernya. Nah Kuliner ini lah yang kita dorong dan fokuskan pendampingannya di masyarakat," ujarnya. 


Dalam rangka permasalahan tetsebut, dirinya bersama anak anak KKN meramu tema hari ini. Dan ia berharap, melalui sosialisasi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat petani Sembalaun. 


Sementara itu Camat Sembalun, Serkapudin mengapreasasi giat sosialisasi itu. Dengan tema diversifikasi dan keamanan pangan untuk pengembangan agro wisata, hal tersebut sangat penting untuk masyarakat Sembalun.


Ia mengapresiasi dan berterimaksih dengan kegiatan hari ini, karena akan dapat membuka wawasan masyarakat terkait keamanan pangan.


"Sejauh ini, kita semua mengenal makanan pokok hanya beras saja. Selain itu tidak kita ketahui," sebut Serkapudin. 


Ketika kita berbicara keamanan pangan, harus melihat dari prosesnya terlebih dulu. Dalam proses itu harus dilakukan secara selektif. 


Ia mencontohkan, seperti dalam penggunaan pupuk dilakukan secara selektif. Akan beda hasil tanaman yang menggunakan pupuk pertisida dengan tidak menggunakan pertisida. Termasuk juga di pengolahan hasil panen masyarakat, bahan bahan yang di gunakan itu higienis atau tidak. 


"Jadi dari proses penanaman, penyiapan dan pengolahannya hingga menjadi barang jadi. Itu harus ada standar kesehatannya," tegas Serkapudin dalam sambutannya. 


Lebih lanjut, Serkapudin mengatakan. Manfaatnya ketika masyarakat sadar diversifikasi ketahanan pangan, dapat menjadi peluang bagi pelaku wisata. 


Artinya, ketika para wisatawan datang tidak lagi ketergantungan sama satu makanan pokok. Ini merupakan peluang petani di Sembalun untuk menanam dan menyediakan berbagai macam jenis pangan. 


"Mengingat jenis tanah di Sembalun, sangat subur. Apa saja yang kita tanam bisa tumbuh, dan banyak jenis tanaman holtikultura yang bisa kita usahakan," pungkas Serkapudin. 


"Apalagi di kaitkan dengan agro wisata, akan menjadi dua keuntungan," tutupnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Diversifikasi Keamanan Pangan Penting dalam Pengembangan Agro Wisata di Rinjani

Trending Now