Fenomena Rojali, CabeCabean Dewasa Penikmat "Sensasi Begituan" !!

MandalikaPost.com
Minggu, Januari 23, 2022 | 19.59 WIB Last Updated 2023-03-29T10:22:48Z
Ilustrasi.

MANDALIKAPOST.com - Mereka adalah perempuan dewasa berusia diatas 30 tahunan. Beberapa diantaranya bisa dibilang setengah baya, menginjak 50 tahunan.


Umumnya mereka mapan secara ekonomi, profesional dan punya usaha. Toh, bathin yang kesepian memaksa mereka mencari kepuasannya sendiri ; memburu sensasi begituan !!.





"Ya disini juga banyak. Kita nyebutnya Rojali untuk yang widow ya, rombongan janda liar. Ada juga yang kita sebut zombie, ini lain lagi," kata Kania (42), oknum pengusaha wanita, saat berbincang bersama Mandalika Post, Sabtu 22 Januari 2022, di sudut gerai kuliner sebuah pusat perbelanjaan di Kota Mataram.


BACA JUGA : Praktik Wik-Wik Online, Kos-kosan Hingga Hotel Remang


Kania - bukan nama sebenarnya -, mengaku termasuk golongan Rojali. Dia single parent dengan tiga anak. Yang paling besar, cewek sudah remaja semester tiga di sebuah perguran tinggi negeri di Mataram.


Sejak bercerai dengan suaminya 12 tahun lalu, Kania bertahan tanpa pasangan. Masih trauma atas kekerasan fisik yang kerab dia terima dari mantan suami.


"Lima tahun pertama aku nggak mikirin soal cinta, apalagi begituan. Fokus aja ke usaha dan anak-anak. Tapi setelah itu semua berubah," ujarnya.


Medio 2017 silam, Kania mengaku mulai menjadi kelompok Rojali. "Virusnya" adalah seorang oknum mantan istri pejabat pusat, yang dikenalnya saat ada acara pariwisata Bau Nyale 2017 di kawasan Kuta Mandalika.


"Ibu itu kebetulan pengusaha juga. Tapi pas acara di Kuta dia bawa empat anak muda, nginap satu hotel. Awalnya ngaku itu anak dan teman-teman anaknya, tapi ternyata ya begitu lah," kenangnya.


BACA JUGA : Beragam Alasan Dibalik Perilaku Seks Para Raja




Fenomena Rojali menurut Kania sudah lama ada. Tapi ini jauh berbeda dengan prostitusi, apalagi prostitusi yang menurut dia murahan : menjajakan diri via aplikasi dewasa online.


"Ada yang di Jakarta dan kota besar lain, mainnya ke Lombok. Tapi ada juga yang memang di sini," kata Kania.


Kelompok ini menganggap begituan bukan lagi kebutuhan rutin yang manusiawi. Intensitasnya boleh jarang-jarang, tetapi yang utama adalah sensasinya.


"Temen aku, pernah tuh nyoba mobil goyang. Itu pas gempa-gempa di Lombok, kan banyak tuh pengungsian. Nah dia parkir mobil dekat situ, terus begituan sama orang situ di mobil. Katanya sensasinya luar biasa," ujarnya.


Dari Kania Mandalika Post mendapat kontak beberapa nama lainnya. Beberapa diantaranya cukup familiar dan ternama.


Bersambung : Arisan Bernafas hingga Tukar Pasangan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Fenomena Rojali, CabeCabean Dewasa Penikmat "Sensasi Begituan" !!

Trending Now