Iklan BNS

Astindo Laporkan Oknum Penipuan Pemesanan Kendaraan saat MotoGP

Ariyati Astini
Selasa, Maret 22 | 21.08 WIB
Ketua Astindo, Sahlan M Saleh (Kanan) saat menggelar konferensi pers Selasa (22/3/2022) di Mataram.

MANDALIKAPOST.com - Ketua Asosiasi Travel Agen Indonesia (Astindo) NTB akhirnya buka suara terkait kasus penipuan, yang menyeret nama Astindo. Dimana salah satu anggotanya, yakni Dedi Andriadi melakukan pemesanan kendaraan sebanyak 65 unit mobil mengatasnamakan Astindo.


Ketua Astindo  NTB Sahlan M. Saleh menjelaskan, dalam hal pemesanan kendaraan, pada dasarnya Astindo tidak pernah memberikan rekomendasi atau persetujuan kepada Dedi untuk melakukan order. Terlebih dalam pemesanan  65 unit kendaraan yang diberitakan media beberapa waktu lalu.


"Jadi  Astindo secara organisasi tidak pernah terlibat didalam pemesanan kendaraan tersebut , karena organisasi Astindo adalah organisasi yang tidak melakukan bisnis terhadap apapun karena yang melakukan bisnis adalah anggota anggota yang sifatnya pribadi" tegasnya di Mataram, Selasa (22/3/2022).


Dijelaskan, bahwa Astindo hanyalah asosiasi atau perkumpulan dari pengusaha travel agent. Sehingga, Astindo tidak pernah melakukan pemesanan. Karena hal tersebut dikembalikannya ke perusahaan masing-masing.


"Itu pure saudara Dedi yang melakukan, kami Astindo tidak pernah  mengizinkan dia melakukan pemesanan," jelasnya.


Terkait dengan beredarnya Kop surat yang digunakan oleh Dedi untuk melakukan transaksi tersebut tidak diketahui oleh pihak Astindo. 


"Kita akan tindak tegas  dengan cara melaporkan saudara Dedi Ariandi  ke Polresta Mataram. Kami sudah laporkan dengan pemalsuan dokumen karena melakukan  penipuan dokumen dengan mengggunakan Kop  dan stempel tanpa sepengetahuan dan tanpa izin dari kami," tegasnya.


Ia pun menegaskan, bahwa isu Astindo terlibat dalam kasus itu tidak lah benar. 


"Pihak dari Malang tidak pernah ketemu kami, kami tidak tahu menahu," tegas Sahlan.


Dengan terseretnya nama Astindo, Ia pun telah melakukan pelaporan ke pihak berwajib, dan mengeluarkan surat pemberhentian anggota bagi Dedi. Sehingga dipastikannya, saat ini yang bersangkutan sudah bukan anggota astindo dan tidak lagi terlibat dalam astindo.


Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat, untuk tidak mudah percaya apabila ada perseorangan yang mengatas namakan suatu organisasi. Ia menyarankan untuk menanyakan terlebih dahulu terhadap organisasi yang bersangkutan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Astindo Laporkan Oknum Penipuan Pemesanan Kendaraan saat MotoGP

Trending Now

Iklan