Iklan BNS

Sandubaya - Seruni, Pesan Keagungan Cinta dalam Babad Lombok

MandalikaPost.com
Selasa, Mei 31, 2022 | 16.35 WIB
Ilustrasi.

MANDALIKAPOST.com - Mirip kisah Ken Arok - Ken Dedes dalam naskah jawa Pararaton, kisah Sandubaya - Seruni dalam naskah Babad Lombok menekankan pesan kesetiaan dan keagungan cinta sejati.


Bedanya, Pararaton mengisahkan kegigihan Arok merebut Dedes dari atasannya, Tunggu Ametung. Sedangkan Babad Lombok mengisahkan Sandubaya yang berjibaku mempertahankan Seruni pasangannya, dari lirikan atasannya, Raja Lombok.


Dalam buku Babad Lombok yang dialihaksara oleh Budayawan Lalu Gede Suparman (Babad Lombok, 1994), kisah cinta dan kesetiaan Sandubaya - Seruni memasuki babaknya mulai pupuh ke 297 hingga pupuh ke 389.


Dikisahkan Ki Demang Sandubaya ialah adik dari Ki Demang Brangbantun, penguasa sebuah wilayah kedemangan di Lombok.


Perwira muda yang terkenal bijaksana, pandai, dan memiliki kesaktian digdaya ini, baru saja mempersunting Lale Seruni, putri seorang pemimpin wilayah bernama Rangga Bumbang.


Mahligai pengantin baru Sandubaya-Seruni berjalan penuh kemesraan dan cinta. Mereka menetap dan memimpin sebuah wilayah lebih kecil di Karang Mumbul.


Hingga suatu ketika, Raja Lombok dan permaisuri bepergian keluar istana dan singgah di Karang Mumbul. Sesuatu berubah sejak itu.


Seluruh rakyat berkumpul menyambut iring-iringan Raja dan Permaisurinya, termasuk Sandubaya dan Seruni. Kecantikan paras Seruni membuat sang Raja terpikat dan jatuh hati.


Cantiknya permaisuri dan belasan selir raja, seperti meredup dibandingkan paras Seruni yang bersinar bag rembulan.


Sepulang ke istana, sang Raja pun mencari tahu tentang siapa gerangan Seruni, wanita istimewa yang mampu menyentak hatinya dalam pandangan pertama.


Dari sejumlah patih, ia mendapatkan informasi bahwa Seruni ialah istri dari Ki Demang Sandubaya, pengantin baru yang hidup bahagia.


Sang Raja berusaha meredam hasratnya. Namun asmara panas di dalam dada mampu mengalahkan akal sehatnya. Nasehat para penasihat istana tak digubrisnya. Raja larut dalam asmara buta. Satu-satunya cara mendapatkan Seruni adalah menyingkirkan Sandubaya.


Raja mengatur siasat. Patih utusannya mengundang Sandubaya ke istana ; ada agenda perburuan besar dan Sandubaya mendapat kehormatan mendampingi Raja berburu di tengah hutan.


Firasat Seruni


Malam sebelum berangkat ke istana, romantisme Sandubaya - Seruni memuncak.


Lale Seruni sudah punya firasat. Malam itu akan menjadi malam terakhir ia bersama suaminya. Karena ia pun sadar sejak awal, bahwa sang Raja sangat menginginkan dirinya.


Sandubaya pun mengetahui hal itu. Namun sebagai ksatria, ia harus taat pada perintah Raja. Ia pun berpesan pada Seruni, jika sesuatu terjadi pada dirinya dan ia meninggalkan dunia fana ini, maka cinta dan kasihnya akan tetap selamanya untuk Seruni.


Sandubaya berjanji akan menunggu pujaan hatinya itu di Pantai Menanga Baris, kelak di kehidupan yang lain. Perpisahan keduanya malam itu haru biru, kalimat-kalimat puitis dan romantis dibaluri derai air mata Seruni melepas kepergian Sandubaya.


Tiba di istana, Sandubaya kemudian bergabung dengan belasan patih dalam rombongan Raja. Menuju hutan, perburuan pun dimulai.


Keahlian Sandubaya membidikan busur panah tak diragukan. Tak hanya menumbangkan banyak Kijang dan Rusa, Sandubaya juga beberapa kali melindungi sang Raja dari hewan buas dan ular berbisa.


Tiga malam berlalu dan Raja sangat puas dengan hasil buruan mereka. Pesta pun digelar di tengah hutan. Sandubaya bakal mendapat hadiah dan penghargaan.


Tapi alih-alih mencapai kegemilangannya, sebuah anak panah menembus punggung Sandubaya dari arah belakang. Dalam posisi terluka, Sandubaya harus bertempur melawan deretan patih Raja yang mengeroyoknya. Hingga akhirnya ksatria digdaya itu tumbang dari atas kuda dan gugur seketika.


Teratai Merah Kesetiaan Seruni


Hati Seruni remuk redam saat melihat kuda putih tunggangan Sandubaya pulang ke rumah tanpa tuannya. Ia bisa merasa suaminya sedang tidak baik-baik saja.


Dengan kuda Sandubaya, Seruni pun dibawa ke hutan tempat jasad suaminya berada. Sebatangkara, rombongan Raja sudah hilang jejaknya.


Seruni menangis sejadi-jadinya. Airmatanya membasuhi tubuh Sandubaya, sementara rambut panjangnya mengusap wajah sang suami. Dengan penuh kasih dibawanya jasad Sandubaya pulang untuk dimakamkan sewajarnya.


Di pihak lain, sang Raja tersenyum jumawa. Satu-satunya penghalang dirinya untuk mendapatkan Seruni sudah disingkirkan.


Kepada rakyat kematian Sandubaya dikabarkan sebagai pahlawan. Ksatria yang gugur dalam medan perburuan. Niat Raja ingin mempersunting Seruni pun disambut baik oleh seisi istana.


Seruni tak kuasa melawan ketika utusan Raja menjemputnya. Beberapa kali mencoba melawan menggunakan keris milik Sandubaya, namun Seruni kalah tenaga.


Di istana, Seruni pun tak begitu saja menyerah untuk dipersunting Raja. Segala bujuk rayu, pemberian perhiasan emas dan permata dari Raja, tak meluluhkan hatinya.


Seruni kemudian menyampaikan syarat kepada Raja. Untuk bisa mempersunting dirinya, maka ia minta diperbolehkan mandi di pantai Menanga Baris.


Raja bahagia dan memenuhi syarat itu. Rombongan istana dan cukup banyak rakyat berbondong mengantar Seruni ke pantai Menanga Baris. Mereka bersuka cita, sesaat lagi putri paling cantik akan dipersunting Raja.


Tiba di pantai Menanga Baris, mendadak muncul sebuah bunga teratai merah berukuran besar. Teratai itu menjemput Seruni dan membawanya semakin menjauh ke tengah samudera. Menepati janjinya kembali bersatu dengan Sandubaya.


Bahagia sang Raja mendadak jadi duka sekaligus murka. Hasratnya mendapatkan Seruni pupus begitu saja.


Nama Jalan di Kota Mataram


Kisah Sandubaya dan Seruni dalam Babad Lombok, diabadikan sebagai nama ruas jalan utama di Kota Mataram, ibukota NTB.


Sandubaya bukan sekedar nama ruas jalan utama, namun juga menjadi nama sebuah Kecamatan di Kota ini.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sandubaya - Seruni, Pesan Keagungan Cinta dalam Babad Lombok

Trending Now

Iklan