Iklan BNS

Proyek KIHT , Distanbun NTB" Semua Di Untungkan"

Ariyati Astini
Senin, Agustus 15, 2022 | 10.01 WIB
Kepala Dinas Pertanian Dan Perkebunan Provinsi NTB Fathul Gani






MANDALIKAPOST.com- Dinas Pertanian dan Perkebunan ( Distanbun) Provinsi NTB meyakini Proyek Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT)  akan memberi dampak positif kepada banyak pihak.Proyek ini nantinya akan menguntungkan bagi semua pihak.


Kepala Distanbun NTB Fathul Gani mengatakan, masyarakat, pelaku usaha industri olahan, hingga petani tembakau yang berada di hulu berpotensi menerima keuntungan dari keberadaan KIHT. ”Dampak ekonominya dari hulu hingga hilir untuk KIHT,” ujarnya.


KIHT nantinya akan dibangun di eks Pasar Paok Motong, Lombok Timur dengan Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 27,8 miliar. Untuk membangun lima gedung, guna mendukung operasional KIHT.


Proyek ini diarahkan untuk memperkuat Industri Kecil Menengah (IKM) tembakau. Pelaku usaha diberikan kemudahan, salah satunya tempo pembayaran pita cukai, hingga 90 hari atau tiga bulan.


Nantinya ada 16 kelompok usaha kecil olahan tembakau, yang masuk skala rumah tangga, akan menempati KIHT. ”Kalau berada dalam satu kawasan, kami mudah melakukan pembinaan, monitoring, dan pengawasannya juga,” jelasnya.


Gani mengatakan, proses lelang sudah dimulai. Diharapkan berjalan lancar sehingga proses kontruksi bisa dimulai pada pertengahan September. ”Insya Allah di 17 Desember kami akan launching,” sebut Gani.


Lebih lanjut, agar pengelolaan KIHT berjalan dengan maksimal, Distanbun melakukan studi belajar ke Jawa Timur. Beberapa staf dikirim untuk belajar bagaimana mengelola KIHT.


Katanya, di Jawa Timur pengelolaan KIHT dilakukan dengan dua cara. Melalui badan usaha dan koperasi. Kedua pola ini akan dikaji untuk menyesuaikan penerapannya pada pengelolaan KIHT di Lombok Timur.


”Nanti mana yang terbaik, itu kami adopsi,” tandasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Proyek KIHT , Distanbun NTB" Semua Di Untungkan"

Trending Now

Iklan