Hari Pahlawan, KAMMI NTB Gelar Dialog Publik Kepahlawanan Perempuan

MandalikaPost.com
Jumat, November 11, 2022 | 14.58 WIB Last Updated 2022-11-11T14:01:08Z
KAMMI NTB menggelar dialog publik bertema Kepahlawanan Perempuan, dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan 2022, di Kota Mataram.

MANDALIKAPOST.com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) NTB melalui Bidang Perempuan mengambil momentum Hari Pahlawan dengan menggelar dialog publik yang bertema kiprah kepahlawanan perempuan dalam membangun bangsa, Kamis 10 November 2022, di Tuwa Kawa Cafe, Kota Mataram.


Dialog publik menghadirkan narasumber antara lain Kabid Sarana Prasarana Pemberdayaan Industri pada Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Aryanti Dwiyani, S.Pt., M.Pd, Anggota DPRD Kota Mataram, Hj. Istiningsih, S.Ag, dan Aktivis Perempuan Ayu Fitri Ningsih Ramadhan, S.P, serta yang menjadi moderator Suci Handayani dari aktivis perempuan KAMMI. 


Ketua KAMMI NTB, M. Amri Akbar dalam sambutannya, menyatakan bahwa di Hari Pahlawan ini KAMMI NTB mengangkat diskursus tentang kiprah dan sumbangsing kontribusi perempuan di dalam pembangunan bangsa dan negara. 


“Tidak hanya berbicara tentang sejarah, akan tetapi kedepannya KAMMI NTB mendorong peran-peran strategis dari perempuan untuk ditingkatkan, momentum ini adalah panggung spesial yang kami sediakan untuk kader akhwat (perempuan) dan perempuan di luar sana untuk mengambil peran," kata Amri.


Kabid Sarana Prasarana Pemberdayaan Industri pada Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Aryanti Dwiyani mengatakan, menjadi seorang perempuan itu tidaklah mudah. 


"Banyak sekali tantangan dan problematika yang sering menghampiri kita, akan tetapi kita juga tidak boleh mengeluh dan lemah dengan keadaan seperti itu. Sebab, negara yang kuat berawal dari keluarga yang kuat," kata Aryanti.


Oleh karena itu, papar dia, sebagai perempuan yang menjadi madarasah pertama bagi keluarga harus menyiapkan pendidikan yang layak.


"Agar kita bisa mendapatkan ilmu yang seluas-luasnya sehingga bisa membekali diri, memantaskan diri, dan memanfaatkan setiap peluang yang ada agar bisa mendapat karir yang cemerlang," ujarnya.


Anggota DPRD Kota Mataram, Hj. Istiningsih menyampaikan, di tengah kemajuan teknologi dan informasi, perempuan tidak boleh terlena, loyo, maupun mager, atau menginginkan cara yang praktis. 


"Melainkan menjadi perempuan itu harus berjuang, berani mengambil tantangan untuk membawa perubahan, harus berani eksis dan menjadi orang yang survive di tengah kondisi zaman ini," katanya.


Menurut dia, ada banyak peran perempuan yang bisa diambil, salah satunya  di bagian legislative. 


"Kita percaya, dengan peran itu kita bisa membawa perubahan bagi daerah kita.  Dan saya ingatkan, manfaatkanlah waktu muda untuk terus bergerak dan membuat perubahan, menjadi generasi yang gemilang, generasi yang membangun daerah kita yaitu NTB ini," ujarnya.


Dari aktivis perempuan, Ayu menegaskan  di setiap perubahan pasti ada peran perempuan didalamnya. Di era sekarang, perempuan tidak boleh takut mengambil peran maupun takut dikucilkan. 


"Kita percaya dan harus yakin, bahwa kita memiliki keistimewaan,kelebihan, kemampuan di dalam diri. Pahlawan-pahlawan kita dulu pun begitu, mereka percaya bahwa mereka memiliki kemampuan, salah satunya R.A Kartini, dia memiliki organisasi yang bergerak di bidang Pendidikan. Dengan organisasi itu, banyak orang yang merasakan manfaat di tempo dulu. Hal serupa bisa kita lakukan dan adopsi, sehingga kita bergerak dan berperan sesuai dengan bidang kemampuan kita," kata Ayu.


Menurutnya,  sebagai aktivis perempuan harus berpikir visioner. Dimanapun tempat kaki  berpijak, maka pastikan ada sentuhan tangan perubahan dari perempuan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Hari Pahlawan, KAMMI NTB Gelar Dialog Publik Kepahlawanan Perempuan

Trending Now