HIMMAH NW dan BEM UNW Mataram Gelar Seminar Nasional Kepahlawanan

MandalikaPost.com
Selasa, November 29, 2022 | November 29, 2022 WIB Last Updated 2022-11-29T09:28:00Z
HIMMAH NW dan BEM UNW Mataram Gelar Seminar Nasional Kepahlawanan. (FOTO : M Lukmanul Hakim / Mandalika Post)

MANDALIKAPOST.com - Sinergi HIMMAH NW dengan BEM Universitas Nahdatul Wathan (UNW) Mataram menggelar seminar nasional, Selasa 29 November 2022, di kampus UNW Mataram.


Seminar Nasional yang bertajuk "Kiprah Gerakan dan Pemikiran TGKH M Zainudin Abdul Madjid dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia", tersebut diikuti oleh ratusan mahasiswa UNW.


Hadir sebagai pembicara Sekjen PBNW, Prof TGH Fahrurrozi Dahlan, PW NU NTB Prof TGH Masnun Tahir dan Ketua Umum DPP KNPI Dr Ilyas Indra.


Sambutan atas nama  pengurus cabang HIMMAH NW Mataram dan BEM UNW Mataram, Saefullah Anshori menyampaikan seminar ini digelar dalam rangka merefleksikan Hari Pahlawan tahun 2022. 


Ansori menegaskan bahwa ada banyak tantangan dan rintangan dalam proses persiapan pelaksanaan kegiatan ini. Namun itu bukan menjadi alasan untuk tidak melaksanakan dengan sukses kegiatan ini. 


"Meskipun kegiatan ini harus tertunda dengan waktu yang cukup lama. Namun dalam meneladani sifat pahlawanan tidak boleh terkekang oleh waktu," katanya.


Ansori juga mengajak seluruh Pemuda NTB untuk memiliki rasa bangga terhadap dianugrahakan gelar Pahlawan terhadap Maulana Syaikh TGKH. M Zainuddin Abdul Madjid. 


Kegiaatan dibuka secara resmi oleh rektor UNW Mataram, DR. H. L. Abdul Muhyi Abidin.,MA. 


Abdul Muhyi menyampaikan apreasi setinggi tinginya kepada Pimpinan cabang HIMMAH NW Kota Mataram dan Pengurus BEM UNW Mataram atas keberanian dan kegigihannya dalam mempersiapkan kegiatan ini. 


"Harapan kami kolaborasi ini bisa berlanjut dengan Semua Organisasi yang sekiranya memiliki tujuan sama dengan kita," katanya.


Materi dibuka oleh Sekjen PBNW, Prof Fahrurrozi Dahlan, yang menyampaikan bahwa Maulana Syekh bukan hanya milik Nahdlatul Wathan, tapi milik Indonesia.


Oleh karena itu, masyarakat luas, terlebih lingkup NW harus mampu meneladani sosok pahlawan tangguh Mulana Syaikh.


"Pahlawan itu adalah pemberani, pahlawan itu mau berkorban untuk diri, keluarga, bangsa dan negara," papar Prof Dahlan.


Ketangguhan Maulana Syaikh dalam mengarungi dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara inilah yang harus dicontoh anak muda.


"Inilah yang patut dipotret oleh anak muda dan dijadikan contoh," tambahnya.


Selain itu, meneladani pemikiran kebangsaan dan keagamaan Maulana Syekh adalah hal yang penting di zaman sekarang, di tengah gempuran budaya luar.


Dijelaskan, Maulana Syaikh belasan tahun belajar di tanah Arab, akan tetapi tidak terkontaminasi dengan budaya jazirah Arab.


Selanjutnya pembicara oleh Ketua Umum DPP KNPI Dr Ilyas Indra, menyampaikan bahwa anak muda adalah harapan untuk perubahan.


"Akan tetapi sebelum menjadi orang yang membawa perubahan, hal utama yang perlu dimiliki adalah visi hidup yang jelas dan kemandirian ekonomi,"katanya.


Menuju kemandirian ekonomi, dijelaskan beberapa hal yang harus dimiliki, seperti memiliki prinsip yang jelas.


Kemudian kemampuan public speaking yang bagus, memiliki jaringan yang bagus, leadership dan kemampuan memimpin yang bagus.


Dr Ilyas mengajak peserta seminar menjadi entrepreneur muda.


"Karena dengan menjadi pengusaha salah satu jalan menjadi pahlawan, baik bagi diri dan masyarakat luas nantinya," pungkasnya.


Reporter : M Lukmanul Hakim / Mataram

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • HIMMAH NW dan BEM UNW Mataram Gelar Seminar Nasional Kepahlawanan

Trending Now