Atasi Masalah Sampah di Lombok Timur, Petani Milenial Menggandeng DLH Provinsi NTB

Rosyidin
Minggu, Desember 04, 2022 | Desember 04, 2022 WIB Last Updated 2022-12-04T12:46:52Z
Petani milenial mengadakan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi pupuk, berkolaborasi dengan DLH provinsi NTB, jumat kemarin. (Foto: Istimewa/MP). 


MANDALIKAPOST.com - Sampah merupakan salah satu masalah bagi Pemerintah Daerah yang harus diselesaikan. Tak terkecuali yang ada di Desa Rumbuk Timur, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). 


Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi sampah dan memanfaatkannya  diolah menjadi pupuk organik. Seperti yang dilakukan kelompok Petani Milenial asal Rumbuk Timur. 


Marja, selaku pelopor Petani Milenial mengembangkan program sekolah tiga menit bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi (DLH) NTB, memberikan pelatihan pengelolaan sampah organik menjadi pupuk. 

 

"Ini salah satu upaya kita untuk menyelesaikan permasalahan sampah yang tak kunjung usai," katanya, Jumat kemarin (2/12). 


Melalui sekolah tiga menit itu, sebagian pelopor gerakan peduli sampah memberikan edukasi kepada masyarakat melalui pelatihan dengan harapan agar menumbuhkan kesadaran pentingnya pengelolaan sampah dengan benar. 


Sekolah tiga menit berada di Desa Rumbuk Timur ini, sebagai pelopor gerakan peduli sampah yang selalu berupaya untuk mengedukasi masyarakat dengan mengadakan pelatihan tersebut dengan harapan agar menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengolaan sampah.


"Berbagai cara yang kami lakukan untuk mengatasi sampah, dan harapan kita melalui sekolah ini masyarakat akan sadar pentingnya pengolahan sampah yang bernilai ekonomi," jelasnya. 


Ketua Satgas Zero Waste DLHK PROVINSI NTB, M Jamal Islam mengatakan materi yang diberikan kepada peserta merupakan pelatihan pengelolaan dan manajemen sampah. 


Di hari pertama, dibuka dengan sosialisasi mengenai 3R, Biogas, dan pupuk organik. "Ini sebagai alternatif pengelolaan sampah yang dapat dilakukan oleh masyarakat secara mandiri," terang Jamal. 


Ia menambahkan selama pelatihan, narasumber berupaya memberikan penjelasan mengenai materi secara sederhana dan mudah di pahami masyaralat. 


"Hari pertama diberikan materi, kemudian peninjauan tempat pengelolaan samapah dan langsung peraktik," ungkapnya. 


Lebih lanjut, dengan adanya pelatihan tersebut diharapkan masyarakat Lombok Timur khususnya di Desa Rumbuk Timur dapat mengelola sampah secara mandiri. 


"Kami harapkan, juga masyarakat yang ikut pelatihan ini bisa menerapkan pengolahan sampah agar masalah sampah dapat teratsasi," pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Atasi Masalah Sampah di Lombok Timur, Petani Milenial Menggandeng DLH Provinsi NTB

Trending Now